
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi mempercepat pemasangan jembatan armco di jalur utama Grobogan-Kota Semarang. Langkah itu diambil menyusul putus totalnya akses jalan akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang.
Instruksi tersebut disampaikan saat Luthfi meninjau lokasi tanggul jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa (17/2). Jalan yang terdampak berada di dekat titik tanggul jebol dan menjadi akses vital distribusi logistik sekaligus jalur mudik Lebaran.
“Yang penting jalan ini bisa dipakai dulu karena ini jalur utama mudik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penanganan dilakukan melalui langkah jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, dilakukan penutupan tanggul jebol oleh Dinas PUPR Provinsi berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta pembangunan jembatan armco untuk memulihkan konektivitas.
Penutupan sementara tanggul ditargetkan rampung dalam tiga hari, sedangkan penguatan tanggul dilanjutkan hingga satu pekan berikutnya.
Pada kesempatan itu, Luthfi juga menghubungi Menteri PUPR untuk mengusulkan normalisasi Sungai Tuntang, seperti yang telah dilakukan pada Sungai Wulan. Ia menilai sedimentasi tinggi menjadi salah satu penyebab berulangnya tanggul jebol.
“Sedimennya sangat tinggi. Saya akan mengusulkan ke kementerian karena itu kewenangan BBWS, minimal dinormalisasi,” tegasnya.
Akibat jebolnya tanggul, sedikitnya dua kabupaten terdampak, yakni Grobogan dan Demak. Sungai Tuntang sendiri tercatat telah beberapa kali mengalami kejadian serupa.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyampaikan jembatan armco milik Pemprov Jateng telah digeser dari Pati menuju Tinanding, Godong, dan dijadwalkan tiba pada Selasa malam.
“Targetnya satu minggu kami yakin bisa menyelesaikan jembatan armco,” katanya.
Sebagai informasi, tanggul Sungai Tuntang jebol pada Senin (16/2) sore akibat curah hujan tinggi serta kiriman air dari hulu Sungai Glugu dan Sungai Tuntang. Dampaknya, 42 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Grobogan terendam banjir. Sekitar 9.000 kepala keluarga terdampak dan ratusan hektare lahan persawahan terendam.(Htm/S-01)







