
DALAM rangka menyambut bulan suci Ramadan, warga Sleman menggelar acara Sadranan Agung Wotgaleh di Sendangtirto, Berbah.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa memberi apresiasi dan turut mendukung kegiatan tahunan tersebut. Menurutnya kegiatan ini bisa menjadi sarana untuk menjalin silaturahmi serta kerukunan warga masyarakat Kalurahan Sendangtirto.
“Tentunya ini juga merupakan upaya kita untuk terus melestarikan tradisi dan budaya yang kita miliki. Semoga kegiatan ini tidak sebatas acara seremonial semata, tapi harapannya bisa jadi ajang silaturahmi agar masyarakat terus guyub rukun semua,” kata Danang saat memberi sambutan.
Lurah Sendangtirto, Amir Zunaidi, menjelaskan tradisi ini dilaksanakan setiap bulan Ruwah dalam kalender Jawa, atau bulan Sya’ban dalam kalender Islam, sebagai bentuk rasa syukur dalam rangka menyambut bulan Ramadan, sekaligus penghormatan dan doa bagi para leluhur.
Kirab budaya
Di kompleks pemakaman Wotgaleh, terdapat makam Pangeran Purbaya, putra Panembahan Senopati pendiri Kerajaan Mataram Islam.
Sadranan Agung Wotgaleh diisi dengan Kirab Budaya yang dimulai dengan arak-arakkan dari Kantor Kapanewon Berbah menuju kompleks Masjid Wotgaleh.
Selain itu juga dilakukan doa bersama dan ziarah di makam Pangeran Purbaya yang berada di komplek Masjid Wotgaleh. Kemudian diakhiri dengan rayahan atau berebut gunungan hasil bumi oleh warga sebagai simbol berkah dan rasa syukur. (AGT/N-01)







