
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mencatat gempa berkekuatan magnitudo 6,4 yang terjadi Jumat (6/2) pagi menyebabkan kerusakan bangunan di 10 kapanewon (kecamatan). Data tersebut merupakan hasil pemutakhiran yang disampaikan BPBD pukul 08.55 WIB.
Sekretaris Pelaksana BPBD Bantul, Ribut Bimo Haryo Tejo, mengatakan terdapat 13 titik terdampak akibat gempa tersebut. “Ada 13 titik yang terdampak,” ujar Bimo, Jumat (6/2).
Ia merinci, kerusakan meliputi tujuh rumah warga, dua tempat ibadah, satu fasilitas pemerintah, dua fasilitas pendidikan, serta satu fasilitas kesehatan.
10 Kapanewon alami kerusakan bangunan
Menurut Bimo, lokasi terdampak tersebar di sembilan kapanewon, yakni Imogiri, Jetis, Pundong, Kasihan, Srandakan, Banguntapan, Pleret, Bantul, dan Pajangan.
Wilayah dengan dampak terbanyak berada di Kapanewon Jetis dengan tiga titik kerusakan. Disusul Kasihan dan Pajangan masing-masing dua titik, sementara kapanewon lainnya satu titik.
Selain kerusakan bangunan, gempa juga menyebabkan 15 orang mengalami luka-luka. Para korban dirawat di sejumlah rumah sakit, yakni enam orang di RSUD Panembahan Senopati, tiga orang di RS PKU Muhammadiyah Bantul, dua orang di RS Saras Adyatma, serta masing-masing satu orang di RS Permata Husada dan RS St. Elizabeth. Satu korban lainnya menjalani perawatan di fasilitas kesehatan lain.
BPBD Bantul masih terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan untuk memastikan kondisi terkini pascagempa. (AGT/S-01)







