
DINAS Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung turut ambil bagian dalam penanganan bencana longsor di wilayah Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Sejak hari pertama kejadian, Diskarmatan menerjunkan personel untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban yang tertimbun material longsor.
Kepala Diskarmatan Kota Bandung, Soni Bakhtiar, mengatakan pihaknya setiap hari mengirim dua regu, yakni regu rescue dan regu pemadaman, dengan total 14 personel yang bertugas secara bergiliran di lokasi.
“Sejak Sabtu pagi kami sudah berada di lokasi. Sampai hari ini sudah empat hari kami menerjunkan personel untuk membantu evakuasi korban longsor,” ujarnya, Selasa (27/1).
Dalam operasi tersebut, Diskarmatan mengandalkan pompa air bertekanan tinggi untuk membuka dan mengurai material longsoran. Metode ini dinilai efektif mempermudah pencarian korban yang tertimbun tanah.
“Dengan tekanan air yang tinggi, material longsor bisa dibuka sehingga memudahkan proses evakuasi korban,” jelas Soni.
Diskarmatan Kota Bandung andalkan pompa air tekanan tinggi
Sementara itu, penggunaan alat berat sepenuhnya ditangani oleh tim SAR, BNPB, dan BPBD. Diskarmatan fokus pada pemanfaatan peralatan serta keahlian personel pemadam dan rescue.
Meski demikian, proses penanganan tidak lepas dari kendala. Pada hari pertama, akses menuju lokasi bencana cukup sulit dilalui kendaraan pemadam. Selain itu, kebutuhan debit air yang besar untuk mengoperasikan pompa bertekanan tinggi sempat menjadi hambatan.
“Kami sempat kesulitan karena membutuhkan debit air cukup besar. Akhirnya dibuat bendungan sementara agar tersedia pasokan air untuk penyemprotan,” ungkapnya.
Soni menegaskan, Diskarmatan Kota Bandung akan tetap bertugas di lokasi hingga ada komando dari Basarnas dan BPBD terkait penghentian proses pencarian korban.
Ia menambahkan, keterlibatan dalam penanganan longsor ini menjadi pembelajaran penting dalam menghadapi potensi bencana, terutama saat cuaca ekstrem. Diskarmatan telah menyiapkan pompa air untuk penanganan banjir serta personel rescue untuk kebutuhan penyelamatan manusia maupun hewan.
Meski sebagian personel diterjunkan ke Cisarua, Soni memastikan pelayanan pemadam kebakaran di Kota Bandung tetap berjalan optimal.
“Memang ada pengurangan personel karena sebagian kami kerahkan ke sana, tetapi sudah kami hitung. Petugas yang seharusnya libur bersedia menggantikan sehingga pelayanan di Kota Bandung tetap aman,” tandasnya.







