Padi HMS 700 tidak Mudah Rebah, Produktivitas Tinggi, dan Umur Pendek

KAWASAN persawahan di Pengklik, Madurejo, Prambanan, Sleman seluas 4,88 hektare  ditanami padi varietas HMS 700 dan kini sedang menunggu panen yang tinggal beberapa hari lagi.

Padi varietas HMS 700 sudah dinyatakan lulus uji BUSS (Baru, Unik, Seragam, dan Stabil), sehingga dapat disebut sebagai varietas baru. Dalam upaya pengembangan padi HMS 700 di Madurejo ini, Yayasan Damandiri kemudian menggandeng Kalurahan Madurejo.

Prof. Dr.Ir. Hariyadi, Guru Besar Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur yang juga pimpinan Pusat Kajian Pertanian Organik Malang, menjelaskan HMS 700 merupakan padi organik, sehingga nantinya memiliki harga yang lebih tinggi dibanding dengan padi nonorganik.

Ia menegaskan, HMS 700 merupakan hasil pemuliaan dari pejantan lokal asal Banyuwangi dan Malang. “Sudah beberapa kali penelitian dan terakhir ini, HMS 700,” katanya.

700 butir padi

Padi hms siap panen. (Dok.Ist)

Menurut Prof. Hariyadi, penandaan angka 700 memiliki makna bahwa ini mampu menghasilkan 700 butir padi tiap malai, sehingga dalam satu hektare akan mampu menghasilan lebih dari 10 ton padi bahkan bisa mencapai 12 ton.

BACA JUGA  Sleman Raih Opini WTP untuk ke-13 Kali

Namun, ujarnya, untuk mencapai tingkat produktivitas tersebut perlakukan terhadap tanaman juga harus sesuai dengan sandar, yakni pemupukannya yang sesuai.

“Sudah saya buatkan SOP untuk pemupukannya. Ini harus diikuti,” katanya.

Bunda Srimadrin

Pengembangan varietas unggul ini sendiri sudah dimulai 15 tahun lalu dengan nama Bunda Srimadrim yang memiliki produktivitas rata-rata 20 ton per hektare. Dikatakan, Bunda Srimadrim memiliki malai 400 butir dan dapat kemudian ditingkatkan lagi hingga 700 butir.

“Potensi padi ini cukup menjanjikan untuk ketahanan pangan ke depannya,” katanya.

Namun sejak  2013, namanya kemudian diganti menjadi Padi HMS 700, singkatan dari Hidup Makmur Sejahtera, dan angka 700 merupakan jumlah bulir padi yang mampu dihasilkan per batang malai.

BACA JUGA  UPTD Metrologi Legal Sleman Lakukan Uji Petik Timbang Gas Elpiji 3 Kilogram

Menurut dia, dengan tingkat produktivitas yang tinggi, varietas ini akan mendukung progran ketahanan pangan yang menjadi konsen Presiden Prabowo Subianto.

Dikatakan, padi HMS 700 saat ini merupakan generasi ketiga sehingga jauh lebih baik dari generasi pertama. “Kalau dulu kulit padi terlalu tebal, sekarang sudah jauh lebih baik, sehingga kurang disukai petanu,” katanya.

Padi HMS 700 yang ditanam di Bulak Pengklik Madurejo kerja sama sama dengan pemerintah desa setempat dan Yayasan Damandiri, bisa berhasil sesuai target yang diharapkan.

Dukung ketahanan pangan

Lurah Madurejo, Prambanan, Sleman, H. Sumadi menambahkan, Pemerintas Kalurahan Madurejo mendukung program ketaanan pangan, sehingga menyediakan lahan seluas 4,89 hektare untuk penanaman padi varietas HMS 700.

Dia menjelaskan padi varietas HMS 700 dengan sistem organik, yang diklaim mampu menghasilkan produktivitas panen hingga 12 ton per hektare.

BACA JUGA  Festival Langen Carita Cara Sleman Dukung Pelestarian Budaya Lokal

Lurah Sumadi menambahkan, tanaman padi varietas baru yang penanamannya bekerjasama dengan Yayasan Damandiri ini memiliki keunggulan antara lain produktivitas tinggi, tanah angin atau tidak mudah roboh, tanamannya tinggi dan berumur pendek, malai yang panjang dan mampu menghasilkan 700 butir padi pada setiap malai.

Dengan tingkat produksi yang tinggi, kata Lurah Sumadi, petani akan mendapat keuntungan yang lebih banyak lagi sehingga tanaman ini akan mendukung kesejateraan petanu. Padi varietas ini, jelasnya juga lebih tahan pada serangan hama seperti wereng. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Awal Musim Penghujan di DIY Diprediksi pada Dasarian III November

KEPALA Stsiun Klimatologi Yogyakarta Mamenun, mengungkapkan awal musim hujan 2026/2027 diprediksi terjadi pada dasarian III November 2026 sebanyak 2 ZOM (25%), dasarian Desember I 2026 sebanyak 3 ZOM (37.5%), dan…

Rakor Bappeda se-Bali 2026 Tekankan Perencanaan Berbasis Data

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperkuat sinergi perencanaan pembangunan untuk memastikan kebijakan nasional dapat diterjemahkan menjadi program yang tepat sasaran, merata, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut menjadi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bezzecchi Pimpin Dominasi Aprilia di Sirkuit Mandalika

  • October 12, 2026
Bezzecchi  Pimpin Dominasi Aprilia di Sirkuit Mandalika

Gunduli Singapura, Indonesia Segel Tket ke Piala Asia Putri U-17

  • October 12, 2026
Gunduli Singapura, Indonesia Segel Tket ke Piala Asia Putri U-17

Borneo Terjungkal di Tangan Java United, PSS Gasak PSM

  • October 12, 2026
Borneo Terjungkal di Tangan Java United, PSS Gasak PSM

Bantu Kembangkan Sepak Bola Indonesia, Sergio Van Dijk dkk dirikan Neo Gen Academy

  • October 11, 2026
Bantu Kembangkan Sepak Bola Indonesia, Sergio Van Dijk dkk dirikan Neo Gen Academy

Persib Bangkit, Paksa Dewa United Berbagi Poin

  • October 11, 2026
Persib Bangkit, Paksa Dewa United Berbagi Poin

Awal Musim Penghujan di DIY Diprediksi pada Dasarian III November

  • October 11, 2026
Awal Musim Penghujan di DIY Diprediksi pada Dasarian III November