
PEMBANGUNAN gedung baru Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo ditargetkan mulai dikerjakan pada akhir 2025. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap penyelesaian administrasi lahan seluas 4.100 meter persegi milik Yayasan Al Khoziny.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menugaskan tiga direktorat untuk mempercepat realisasi pembangunan, yakni Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, dan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi.
“Dalam hal ini kami di Ditjen Cipta Karya ditugaskan melakukan audit keandalan bangunan untuk pondok pesantren,” ujar Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana, saat meninjau lokasi di Jalan Siwalan Panji II, Buduran, Kamis (13/11).
Menurut Dewi, audit tersebut dilakukan agar bangunan ponpes memiliki standar keamanan dan kelayakan yang memadai. “Kami menilai dari berbagai aspek, mulai dari kekuatan struktur, kelistrikan, penangkal petir, hingga sanitasi dan air minum,” jelasnya.
Ponpes Al Khoziny baru dipilih karena lokasinya dinilai strategis, memiliki akses jalan lebar, dan dekat dengan jalur utama. Setelah proses administrasi rampung, tahap pembangunan fisik ditargetkan bisa dimulai sebelum pergantian tahun.
Selain Ponpes Al Khoziny, Ditjen Cipta Karya juga melakukan audit terhadap 80 pondok pesantren di sembilan provinsi. Hasil audit akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan serta penyusunan detail engineering design (DED) untuk setiap ponpes.
“Harapan kami, pondok pesantren di Indonesia memiliki bangunan dan infrastruktur yang layak serta sesuai standar keteknikan,” tegas Dewi. (OTW/S-01)







