Rabithah Alawiyah Puji Program Penghargaan Hafiz di Jateng

PROGRAM insentif bagi guru agama dan penghafal kitab suci yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat apresiasi dari organisasi Rabithah Alawiyah.

Dalam forum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Rabithah Alawiyah di Semarang, kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan semangat dakwah dan pemberdayaan umat yang diusung organisasi para habaib itu.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menjelaskan, selama enam tahun terakhir Pemprov Jateng secara konsisten mengalokasikan anggaran sekitar Rp260–270 miliar per tahun dari APBD untuk mendukung guru-guru agama dan para penghafal kitab suci di seluruh wilayah Jawa Tengah.

“Selama enam tahun terakhir, kami selalu menyisihkan sebagian APBD untuk guru-guru agama serta memberikan penghargaan kepada para penghafal kitab suci,” ujar Yasin di hadapan para habaib dan pengurus Rabithah Alawiyah, Sabtu (11/10).

BACA JUGA  Pemprov Jateng Tidak Kirim Anak Nakal ke Barak Militer

Putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair ini menegaskan, penghargaan diberikan tidak hanya kepada penghafal Al-Qur’an, tetapi juga kepada penghafal kitab suci dari agama lain sebagai wujud toleransi dan komitmen kerukunan antarumat beragama.

“Di Jawa Tengah, kami tidak hanya memberi penghargaan untuk penghafal Al-Qur’an, tetapi juga kitab suci agama lain sebagai bentuk toleransi,” jelasnya.

Menurut Yasin, setiap tahun terdapat sekitar 1.000 hingga 2.000 hafiz yang menerima apresiasi langsung dari Pemprov Jateng. Mereka mendapat penghargaan sebesar Rp1 juta per orang tanpa harus mengajukan proposal.

“Bahkan ada hafiz dari Papua yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah Jawa Tengah,” tambahnya.

BACA JUGA  Produksi Padi di Jawa Tengah Ditargetkan 11,8 Juta Ton

Rabithah Alawiyah apresiasi insentif untuk guru agama

Langkah tersebut mendapat respons positif dari Ketua Umum DPP Rabithah Alawiyah, Taufiq Abdulqadir Assegaf, yang menilai program itu sebagai contoh konkret peran pemerintah dalam memberdayakan masyarakat berbasis nilai keagamaan dan moralitas.

“Saya iri hati dengan Pemerintah Jawa Tengah. Yang hafiz Qur’an diberi penghargaan luar biasa, satu juta rupiah. Barangkali nanti bisa kita gerakkan juga di Rabithah Alawiyah,” ujar Taufiq.

Rabithah Alawiyah menilai, kebijakan yang berpihak pada guru agama dan penghafal kitab suci seperti di Jawa Tengah layak direplikasi di daerah lain sebagai upaya memperkuat peran ulama dan tokoh agama dalam membangun moralitas bangsa di tengah tantangan zaman. (Htm/S-01)

BACA JUGA  Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Ombudsman RI

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

PAGUYUBAN Pencinta Seni Nusantara dan Estetika Budaya (PSNB) menggalang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya pelestarian seni tradisional di wilayah tersebut. Untuk itu mereka beraudiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

  • May 13, 2026
Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

Program Terpujilah GURU dari Sumedang Dirilis Telkomsel

  • May 13, 2026
Program Terpujilah GURU dari  Sumedang Dirilis Telkomsel

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 13, 2026
Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara