
PEMERINTAH Kabupaten Sleman melalui program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) pada 2025 ini menarget 2.700 sasaran KRS.
Hingga pekan pertama Oktober ini, kata Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, telah mencapai 51,6% sasaran, dengan total bantuan Rp137.000.000 dari 53 mitra yang sudah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Sleman.
Langkah pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Sleman terus digalakkan. Kali ini, Pemkab Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sleman menyelenggarakan Kick Off Program Genting di Kapanewon Pakem.
Kali ini, mitra dalam program ini adalah BSI Maslahat yang memberikan bantuan nutrisi kepada Keluarga Berisiko Stunting (KRS).
Gagasan strategis
Pada kick off yang diselenggarakan di Kantor Kalurahan Harjobinangun ini turut hadir Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kemendukbangga BKKBN, Wahyuniati, S. IP, M. PH.
Ia menyampaikan bahwa Program Genting hadir sebagai gagasan strategis guna menekan angka stunting di Indonesia.
“Seluruh pihak harus memiliki pemahaman yang baik dan mampu menerapkannya secara konsisten di lapangan agar program ini berjalan optimal. Pangkal paling ujung dari pencegahan stunting adalah keluarga, oleh karena itu edukasi kepada keluarga menjadi penting,” ujarnya.
“Pemahaman yang baik akan pola asuh, gizi dan lingkungan yang sehat menjadi pondasi utama untuk mencegah stunting sejak tinggi.”
Keterlibatan masyarakat
Danang berharap sinergi aktif ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan dari seluruh lapisan masyarakat sebagai cerminan gotong royong dalam mengatasi stunting di Sleman.
Semoga keterlibatan BSI Maslahat dapat memberikan motivasi kepada instansi lain, komunitas dan masyarakat untuk mendukung Program Genting.
“Harapannya angka stunting di Sleman terus menurun dan terwujud generasi Sleman yang sehat, kuat dan cerdas,” ujar Danang. (AGT/N-01)







