Kemendagri Selidiki Polemik Mutasi ASN di Sidoarjo

WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyebut Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah turun langsung ke lapangan menindaklanjuti laporan terkait mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai tidak sesuai aturan.

Mimik mengaku mengetahui keberadaan tim Itjen saat mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidoarjo pada Kamis (25/9) sore. Awalnya, ia hendak mengecek kabar adanya pelantikan susulan pejabat.

“Saya sempat dengar ada pelantikan sekitar jam 4 sore, makanya saya langsung ke BKD. Ternyata tidak ada pelantikan di sana. Saya akhirnya bertemu tim Itjen Kemendagri yang sudah dua hari berada di Sidoarjo. Setelah saya cari tahu, pelantikan dilakukan di ruang kerja bupati untuk tujuh orang,” ujar Mimik, Jumat (26/9).

BACA JUGA  Pemkab Sidoarjo Ajak Pemuda Berkarya di Hari Sumpah Pemuda

Mimik mempertanyakan pelantikan yang dilakukan tertutup di ruang kerja bupati tersebut. Ia juga menegaskan bahwa laporan yang diajukannya ke Kemendagri sudah mendapat respons cepat. “Alhamdulillah laporan saya langsung ditindaklanjuti,” tegasnya.

Menanggapi polemik ini, Bupati Sidoarjo Subandi mengajak masyarakat untuk tetap fokus pada pembangunan daerah dan tidak terpengaruh isu yang berkembang. Ia juga berharap hubungannya dengan Wabup bisa kembali harmonis.

“Mari kita bangun Sidoarjo bersama. Masyarakat tidak ingin lihat pimpinannya saling berargumen. Kita ini pelayan masyarakat, bukan penyebab kegaduhan,” kata Subandi.

Subandi menegaskan seluruh proses mutasi ASN telah sesuai aturan. Menurutnya, Tim Penilai Kinerja (TPK) sudah dibentuk, melibatkan Sekretaris Daerah, dan prosedur berjalan sebagaimana mestinya.

BACA JUGA  Bupati Sidoarjo Pantau Langsung Penyaluran Beras Bantuan Presiden

“Mulai eselon dua sampai eselon tiga sudah dikoordinasikan, termasuk laporan kepada Wabup. Kalau ada yang bilang tidak dilibatkan, tidak benar juga,” ujarnya.

Sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), lanjut Subandi, dirinya berwenang melakukan evaluasi dan mutasi ASN demi efektivitas kinerja birokrasi. “Kalau ada ASN yang tidak cocok di posisi tertentu, tugas PPK untuk memutasi. Ini hal lumrah dalam birokrasi,” tegasnya. (OTW/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman

POLSEK Sleman menerima laporan ditemukannya sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki di Zona Klitikan Pasar Sleman, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat pagi. Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo…

Pertahankan Piala Super, PSG Masuk Jajaran Klub Elite Eropa

RAKSASA Prancis, Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar Piala Super Eropa setelah mengalahkan Aston Villa 2-1 di Red Bull Arena, Salzburg, Austria pada Kamis dini hari WIB. Kedua gol PSG…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean

  • August 14, 2026
Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean

Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman

  • August 14, 2026
Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman

UGM Gandeng Indosat-NVIDIA Luncurkan AI Technology Center

  • August 14, 2026
UGM Gandeng Indosat-NVIDIA Luncurkan AI Technology Center

Kapal Induk Garibaldi Dipastikan Tiba di Tanah Air Tepat Waktu

  • August 14, 2026
Kapal Induk Garibaldi Dipastikan Tiba di Tanah Air Tepat Waktu

Bali United Dapat Pelajaran dari Sabah FC

  • August 14, 2026
Bali United Dapat Pelajaran dari Sabah FC

Pertahankan Piala Super, PSG Masuk Jajaran Klub Elite Eropa

  • August 13, 2026
Pertahankan Piala Super, PSG Masuk Jajaran Klub Elite Eropa