Aksi Protes Warga, Pagar DPRD Jabar Jadi Tempat Sampah

PAGAR depan Gedung DPRD Jabar di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, dipenuhi tumpukan sampah usai aksi unjuk rasa sejumlah kelompok masyarakat, Kamis (4/9).

Sampah plastik, kantong kresek, botol minuman, hingga pakaian bekas tampak menggantung di pagar besi hitam dan berserakan di trotoar, membuat kawasan gedung dewan terlihat kumuh.

Aksi ini dilakukan massa gabungan yang menamakan diri Warga Kampung Kota, bersama sejumlah forum masyarakat sipil seperti Dago Melawan, Tamansari Bersatu, Sukahaji Melawan, Cipedes Melawan, dan Rakyat Anti Penggusuran.

Koordinator aksi, Angga, menjelaskan bahwa sampah sengaja dibuang ke area kantor DPRD Jabar sebagai simbol kekecewaan.

“Warga menilai bahwa tempat ini selayaknya adalah tempat sampah. Maka tema hari ini, buang sampah pada tempatnya,” ujarnya.

BACA JUGA  Waktu Berakhir, Polisi Bubarkan Pendemo di Depan Gedung DPRD Jabar

Massa juga menyuarakan berbagai aspirasi, termasuk menolak tindakan represif aparat, mendesak perampasan aset koruptor hingga pemberlakuan hukuman mati bagi pelakunya.

Dalam orasi yang digelar sejak pagi, massa yang didominasi ibu-ibu itu menyampaikan 10 poin tuntutan, yaitu:

  1. Hentikan brutalitas aparat, penangkapan ilegal, sweeping, dan pamer kekuatan TNI/Polri di lingkungan warga.
  2. Cabut kebijakan yang tidak pro rakyat, tingkatkan upah dan perlindungan pekerja.
  3. Rampas seluruh aset koruptor dan jatuhkan hukuman mati.
  4. Wujudkan reforma agraria sejati untuk rakyat.
  5. Turunkan pajak rakyat, harga kebutuhan pokok, listrik, dan BBM; naikkan pajak impor, konglomerat, serta perusahaan multinasional.
  6. Pangkas anggaran DPR, pejabat negara, TNI/Polri, alihkan untuk pendidikan dan kesejahteraan rakyat.
  7. Batalkan kerja sama TNI AD–Pemprov Jabar soal Manunggal Karya Bakti, wujudkan Jabar anti-militerisme.
  8. Lakukan reformasi Polri dan tegakkan supremasi sipil.
  9. Adili aparat pelanggar HAM, termasuk kasus Agustus 2025.
  10. Bebaskan masyarakat yang ditangkap dalam demonstrasi Agustus–September.
BACA JUGA  50 Anggota DPRD Sleman periode 2024-2029 Dilantik

Aksi teatrikal ini menarik perhatian masyarakat yang melintas, sekaligus menandai kritik keras warga terhadap kinerja pemerintah dan lembaga legislatif. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

PAGUYUBAN Pencinta Seni Nusantara dan Estetika Budaya (PSNB) menggalang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya pelestarian seni tradisional di wilayah tersebut. Untuk itu mereka beraudiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Program Terpujilah GURU dari Sumedang Dirilis Telkomsel

  • May 13, 2026
Program Terpujilah GURU dari  Sumedang Dirilis Telkomsel

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 13, 2026
Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

  • May 13, 2026
Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali