
DI media sosial beredar kabar yang menyebutkan adanya penutupan jalan besar-besaran di Kota Bandung. Mulai dari kawasan Ring 1-Ring 3 seperti jalan protokol, Jalan Asia Afrika, Jalan Riau dan jalan lainnya di Kota Bandung hingga pintu tol.
Faktanya, informasi tersebut tidak benar alias hoaks. Penutupan jalan yang dimaksud adalah kebijakan lama yang pernah diterapkan pada 2021 saat masa pandemi Covid-19 dan bukan kebijakan saat ini.
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain Minggu (31/8) mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi.
“Sebelum share ke teman, keluarga, atau repost di media sosial, pastikan dulu kebenarannya. Jangan sampai kita ikut menyebarkan informasi yang salah,” terangnya.
Literasi digital
Iskandar mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi yang beredar setiap hari.
“Kami ingatkan, hati-hati dengan informasi hoaks. Jangan mudah percaya, cek dulu dari sumber resmi,” tuturnya.
Iskandar mengajak masyarakat untuk selalu mengecek kebenaran informasi melalui kanal resmi pemerintah atau media terpercaya sebelum menyebarkannya lebih lanjut.
Berterima kasih
Di tempat terpisah, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada massa demonstran yang melakukan aksi unjuk rasa dengan tertib dan terarah di Kota Bandung.
“Dengan tujuan melakukan perubahan seluruh karakter dan mentalitas seluruh penyelenggara negara, termasuk diri saya, untuk senantiasa berkomitmen demi kebaikan masyarakat, tidak mementingkan kepentingan ego diri, ego keluarga, dan ego golongan,” ucapnya.
Gubernur juga menyampaikan apreasiasi kepada seluruh jajaran aparat yang sudah bekerja keras menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan selama aksi unjuk rasa berlangsung.
Ia berharap ke depan bisa menata kehidupan, kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan dengan melakukan penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi kepentingan rakyat.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan di Jabar. Ia berharap kondusivitas di Jabar dapat terawat dengan baik dan tentunya tetap kritis untuk semua orang agar mawas diri dan berjalan di atas kepentingan masyarakat, bangsa dan negara,” sambungnya. (Rava/N-01)







