Longsor Tambang Gunung Kuda Kesalahan Metode Penambangan

DINAS Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan bahwa insiden longsor di kawasan tambang Gunung Kuda, Cirebon, diduga kuat kesalahan dalam metode penambangan.

Kepala Dinas ESDM Jabar, Bambang Tirto Yuliono, mengatakan bahwa metode penambangan yang diterapkan di lokasi tersebut tidak sesuai dengan karakteristik batuan di Gunung Kuda.

“Jenis batuan seperti ini seharusnya ditambang dari atas ke bawah secara terasering, bukan sebaliknya. Ini sudah dijelaskan berkali-kali oleh inspektur tambang,” ujarnya di Cirebon, Jumat (31/5).

Bambang menegaskan pihaknya telah memberikan peringatan keras kepada pengelola tambang sebelum insiden terjadi. Namun, teguran tersebut tidak diindahkan.

Kesalahan metode penambangan

“Kesalahan metode penambangan ini sudah kami ingatkan berkali-kali, bahkan dengan nada yang cukup keras. Tapi tetap saja tidak diikuti,” katanya.

BACA JUGA  One Way Nasional Diberlakukan Dari Tol Cikampek-Kalikangkung

Ia menambahkan, pendekatan teknis yang keliru tersebut meningkatkan risiko terjadinya bencana seperti longsor. Pihak kepolisian pun disebut telah mengambil langkah pencegahan sebelum kejadian, namun peringatan tetap diabaikan.

“Sudah diingatkan berkali-kali, tapi tetap saja bandel. Lagi-lagi kejadian seperti ini terulang,” ucapnya.

Sebagai bentuk penindakan, Dinas ESDM Jawa Barat telah menghentikan sementara seluruh aktivitas penambangan di Gunung Kuda sejak Jumat sore.

Lebih lanjut, Bambang menyebutkan bahwa Gubernur Jawa Barat kemungkinan besar akan mengeluarkan keputusan penutupan permanen tambang tersebut pada malam hari.

“Perizinan akan kami cabut. Ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi karena membahayakan keselamatan,” tegasnya.

Sementara itu berdasarkan data asesmen dari BPBD Kabupaten Cirebon, dari 14 orang meninggal, 12 orang telah diidentifikasi dan dua orang lainnya masih asesmen.

BACA JUGA  Desa Cicadas, Subang Dikukuhkan Jadi Desa Binaan Imigrasi

Berikut daftar nama korban jiwa longsor di Gunung Kuda yang telah teridentifikasi :

  • 1. Andri (41) asal Desa Padabeunghar, Kabupaten Kuningan.
  • 2. Sukadi (48) asal Desa Buntet, Cirebon.
  • 3. Sanuri (47) asal Desa Semplo, Cirebon.
  • 4. Sukendra asal Desa Girinata, Cirebon.
  • 5. Dedi Hirmawan (45) asal Desa Cimenyan, Bandung.
  • 6. Sarwah (36) asal Kelurahan Kenanga, Cirebon.
  • 7. Rusjaya (48) asal Desa Beberan, Cirebon.
  • 8. Rino Ahmadi (28) asal Desa Cikalahang, Cirebon.
  • 9. Ikad Budiarso (47) asal Desa Budur, Cirebon.
  • 10. Toni (46) asal Desa Kepuh, Cirebon.
  • 11. Wastoni Hamzah (25) asal Desa Krangkeng, Indramayu.
  • 12. Jamaludin (49) asal Desa Krangkeng, Indramayu. (*/S-01)
BACA JUGA  Berdayakan Gen Z, Tri Ajak 5 Ribu Pelajar Jabar Melek Digital

Siswantini Suryandari

Related Posts

Hore, Kendaraan Pribadi Bisa Lewat Gerbang Tol Purwomartani saat Keluar Yogyakarta

KABAR gembira untuk para pemudik. Saat meninggalkan Yogyakarta, baik ke arah Surabaya maupun ke Jakarta, mulai Senin (16/3) ini dapat melalui tol fungsional Purwomartani – Prambanan. Gerbang tol fungsional Purwomartani,…

Pertamina Tambah 9 Juta Tabung LPG di Jateng dan DIY

MENYAMBUT libur Idulfitri, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menyalurkan tambahan pasokan LPG 3 kg lebih dari 9 juta tabung di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Hore, Kendaraan Pribadi Bisa Lewat Gerbang Tol Purwomartani saat Keluar Yogyakarta

  • March 16, 2026
Hore, Kendaraan Pribadi Bisa Lewat Gerbang Tol Purwomartani saat Keluar Yogyakarta

Indonesia Kirim Dua Wakil di AVC Men’s Volleyball 2026

  • March 15, 2026
Indonesia Kirim Dua Wakil di AVC Men’s Volleyball 2026

Borneo Redam Persib, Dewa United Tahan Persija

  • March 15, 2026
Borneo Redam Persib, Dewa United Tahan Persija

Pertamina Tambah 9 Juta Tabung LPG di Jateng dan DIY

  • March 15, 2026
Pertamina Tambah 9 Juta Tabung LPG di Jateng dan DIY

Pementasan Jantur Tunjukkan Pembangunan tak Perhatikan Lingkungan

  • March 15, 2026
Pementasan Jantur Tunjukkan Pembangunan tak Perhatikan Lingkungan

Pergerakan Pemudik Menuju Wilayah Timur Mulai Terlihat

  • March 15, 2026
Pergerakan Pemudik Menuju Wilayah Timur Mulai Terlihat