
PEMERINTAH Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, mendukung upaya Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) menjaga kelestarian Danau Toba.
Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak dalam merawat alam kawasan Danau Toba. Doa dipimpin Ephorus HKBP, Victor Tinambunan, di Sopo Bolon HKBP Pangururan.
Selain menanam pohon, Pemkab Samosir juga menyalurkan bantuan kepada gereja-gereja sebagai bentuk dukungan konkret.
Kesadaran bersama
Dalam khotbahnya, Ephorus Victor Tinambunan mengutip Kejadian 1:1 dan 1:31, mengajak jemaat menjaga alam sebagai wujud syukur. Ia menegaskan, menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga gereja dan masyarakat.
“Kita harus merawat bumi yang diciptakan Tuhan dengan sangat baik,” ujarnya.
Aksi nyata
Ariston Tua Sidauruk pun mengajak seluruh stakeholder berkontribusi dalam menjaga Danau Toba. Ia menekankan pentingnya mengurangi sampah plastik dan mencegah penebangan liar.
“Kita harus bergerak bersama, semua kabupaten/kota di kawasan Danau Toba harus terlibat,” katanya.
DPRD Samosir juga berkomitmen dalam pelestarian, termasuk menertibkan Keramba Jaring Apung (KJA) dan mendukung penghijauan dengan mengalokasikan anggaran untuk bibit pohon.
Dampak bencana
Alusdin Sihotang, korban banjir bandang 2023 di Kenegerian Sihotang, mengungkapkan bahwa bencana tersebut dipicu oleh penebangan liar. Ia berharap pemerintah dan gereja dapat menyuarakan permasalahan ini ke tingkat nasional.
“Kami takut jika hujan deras turun lagi. Kami mendukung penuh gerakan ini,” katanya.
Dengan sinergi pemerintah, gereja, dan masyarakat, diharapkan pelestarian Danau Toba bukan sekadar wacana, tetapi aksi nyata demi warisan generasi mendatang. (Satu/N-01)