Dua Pejabat Polsek Baito Dicopot, Kapolri Turunkan Tim

KEPALA Polsek Baito, Ipda Muhammad Idris dan Kanit Reskrim Polsek Baito, Aipda Amiruddin dicopot dari jabatannya terkait dugaan permintaan uang damai Rp2 juta terhadap Supriyani guru honorer SD Negeri 4 Baito.

Permintaan uang itu agar Supriyani tidak ditahan,

Pencopotan tersebut berdasarkan surat telegram beredar dari Polres Konawe, Sulawesi Tenggara, per  11 November 2024.

Dalam surat telegram tersebut disebutkan jabatan Kapolsek Baito yang sebelumnya dijabat oleh Ipda Muhammad Idris dimutasi ke bagian SDM Polres Konawe Selatan.

Unruk sementara jabatan Kapolsek Baito untuk  diisi pelaksana harian (Plh), Ipda Komang Budayana.

Dan jabatan Kanit Reskrim Polsek Baito yang sebelumnya dijabat oleh Aipda Amiruddin kini diganti oleh Aiptu Indriyanto.

BACA JUGA  Kejari Konawe Selatan Tangguhkan Penahanan Supriyani

Kapolri turunkan tim selidiki uang damai

Sebelumnya di Jakarta, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan akan memecat anggotanya jika ada yang terbukti meminta uang damai Rp50 juta di kasus guru honorer Supriyani.

“Kalau terbukti bahwa ada transaksi Rp50 juta atau yang minta uang itu, saya minta untuk diproses dan dipecat,” kata Listio Sigit usai mengikuti rapat bersama Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (11/11).

Kapolri menjelaskan saat ini tim Propam Polri telah turun tangan untuk menyelidiki personel terkait dugaan permintaan uang tersebut.

“Kami turunkan tim Propam untuk mendalami, sehingga kemudian menjadi jelas apakah fakta yang terjadi seperti itu atau sebaliknya,” kata dia.

BACA JUGA  PB PGRI Minta Supriyani Dibebaskan Dari Tuntutan Hukum

Adanya main uang ini juga diungkapkan oleh Supriyani. Ia mengaku dimintai uang oleh Kapolsek Baito, Ipda Idris sebesar Rp2 juta yang kemudian diserahkan ke Kepala Desa Wonua Raya.

Kemudian permintaan uang Rp50 juta itu dilakukan oleh penyidik Polsek Baito kepada Supriyani.

Aparat Kepolisian minta uang Rp50 juta kepada Supriyani. Bila tidak dipenuhi, kasus itu akan dilimpahkan ke Kejaksaan dan Supriyani menjadi tersangka.

Kasus Supriyani guru honorer SDN 4 Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara berawal dari laporan orang tua siswa ke Polsek Baito pada April 2024.

Orang tua siswa ini merupakan anggota Polsek Baito. Dalam laporannya orang tua siswa tersebut menuduh Supriyani menganiaya anaknya.

BACA JUGA  Kapolri Lepas Ajang Balap Sepeda Tour of Kemala 2025

Setelah lima kali mediasi gagal, Supriyani menjadi tersangka dan disidangkan di PN Andoolo.

Sidang Supriyani menyebabkan demo di kalangan guru dan masyarakat setempat. Mereka menolak kriminalisasi guru.

Bupati Konawe Selatan turun tangan hingga memberi ruang upaya damai antara Supriyani dan orang tua murid.

Pada Senin (11/11) Jaksa Penuntut Umum dalam sidang di PN Andoolo menyatakan vonis bebas untuk Supriyani.

Tahapan selanjutnya menunggu keputusan Majelis Hakim PN Andoolo. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

GMKI Desak Kapolres Kebut Penyelidikan Kebakaran Pasar Dwikora

GERAKAN  Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar-Simalungun mendesak Kapolres Pematangsiantar untuk mempercepat  proses penyelidikan kebakaran pasar tradisional Pasar Dwikora Parluasan. Kebakaran yang terjadi pada 18 Juni 2026 sekitar pukul 03.05 WIB…

Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

POLDA Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada 49 insan berprestasi yang terdiri dari 37 personel Polri dan 12 masyarakat sipil. Penghargaan diberikan atas prestasi mereka di berbagai cabang olahraga, sekaligus dedikasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

GMKI Desak Kapolres Kebut Penyelidikan Kebakaran Pasar Dwikora

  • August 12, 2026
GMKI Desak Kapolres Kebut Penyelidikan Kebakaran Pasar Dwikora

Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

  • August 11, 2026
Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

Antisipasi Karhutla, Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan

  • August 11, 2026
Antisipasi Karhutla, Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan

Dieng Culture Festival 2026 Siap Beri Pengalaman Berbeda

  • August 11, 2026
Dieng Culture Festival 2026 Siap Beri Pengalaman Berbeda

Presiden Usulkan Calon Tunggal untuk Gubernur BI

  • August 11, 2026
Presiden Usulkan Calon Tunggal untuk Gubernur BI

Ketua Majelis Hakim Ikuti Pelatihan, Sidang Putusan Bupati Ponorogo Nonaktif Ditunda

  • August 11, 2026
Ketua Majelis Hakim Ikuti Pelatihan, Sidang Putusan Bupati Ponorogo Nonaktif Ditunda