
TITIK panas atau hotspot sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali membara di Pulau Sumatra. Berdasarkan pantauan terakhir satelit, Jumat (18/10), terdeteksi sebanyak 177 titik panas dengan jumlah terbanyak terdapat di Provinsi Lampung sebanyak 65 titik.
“Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatra mencapai 177 titik,” kata Forecaster on Duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru M Ibnu Amiruddin, Jumat (18/10).
Dijelaskannya, sebanyak 177 titik panas yang terpantau di Sumatra diketahui tersebar pada enam provinsi. Jumlah titik panas terbanyak terdapat di Lampung dengan 65 titik, kemudian Sumatra Selatan sebanyak 45 titik, Bengkulu sebanyak 42 titik, Bangka Belitung sebanyak 19 titik, Jambi sebanyak tiga titik, dan Sumatra Barat sebanyak tiga titik panas.
“Adapun untuk Provinsi Riau terpantau nihil titik panas,’ ujarnya.
Sementara Komandan Manggala Agni Daops Pekanbaru Chaerul Parsaulian Ginting mengatakan kondisi lapangan di Riau saat ini terus kondusif. Adapun status siaga darurat Karhutla Riau masih berlangsung hingga akhir November mendatang.
“Kondisi di lapangan masih kondusif. Kami selalu siap siaga untuk menangani dan mengantisipasi karhutla,” jelas Chaerul. (Rud/N-01)







