KPLHI Tolak Pembangunan Pengolahan Limbah B3 di Purwakarta

KOMITE Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI) tetap menolak pendirian PT Wastec Internasional di Kabupaten Purwakarta yang membangun pengolahan limbah B3 di Desa Cilangkap Kecamatan Babakancikao, Purwakarta, Jawa Barat.

Bangunan PT. Wastec Internasional sedianya dibangun di atas lahan seluas 63 Hektar yang diperuntukan mengelola limbah B3 dengan kapasitas ribuan ton dan Purwakarta akan menjadi brand kawasan Black Zone. Groundbreaking pembangunan pengolahan limbah B3 tersebut telah dilakukan Selasa (1/10) dihadiri calon gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Ketua Umum Komite Peduli Lingkungan Hiddup Indonesia (KPLHI) Iwan Setiawan Frahaneta, menolak pembangunan pengelolaan dan pemusnahan limbah B3 tersebut

“Kami sudah melayangkan surat pengaduan penolakan PT Wastec di Purwakarta kepada Kementerian LHK dan kepada DPRD Purwakarta baik tiap dinas terkait yang mana kami mewakili masyarakat Purwakarta jelas tidak setuju,” Kata Iwan, Rabu (02/10)

BACA JUGA  KLH Beri Tenggat 6 Bulan untuk Daerah Perbaiki Kelola Sampah

Bukan pengelolaan sampah

Menurut Iwan, PT Wastec Internasional bukan pabrik sampah atau pengelolaan sampah melainkan pengumpulan, pengelolaan dan pemusnahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

“Ini bukan membangun pabrik pengelolaan sampah seperti apa yang sudah disampaikan Dedi Mulyadi. Kalau ini pengelola sampah TPA Cikolotok pindah dong,” ujar Iwan.

Dikatakan Iwan, yang perlu masyarakat ketahui, adanya pengelolaan B3 akan memberikan dampak besar dan penting bagi masyarakat dan lingkungan disekitarnya akibat adanya lalu lintas datangnya limbah B3 dari luar Kabupaten Purwakarta yang akan mencerminkan wajah negatif bagi kabupaten Purwakarta.

“Ironis, Purwakarta saat ini bisa dieksploitasi demi kepentingan politik semata, kemana PJ Bupati yang semestinya hadir pada peletakan batu pertama PT Wastec!,” ungkap Iwan.

BACA JUGA  Sri Sultan Tinjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu

“Dalam kajian Amdal, RKL, RPL Perusahaan tersebut tidak mengundang elemen masyarakat di Kabupaten Purwakarta seperti (Lembaga Swadaya Masyarakat Lingkungan Hidup, tokoh masyarakat, akademisi, dan pihak–pihak yang bisa mewakili Kabupaten Purwakarta), karena kegiatan tersebut akan mencerminkan wajah negatif bagi Kabupaten Purwakarta.”Lanjutnya (KR/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

GELARAN Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang,  Jawa Tengah  tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mesin penggerak ekonomi. Melalui Pameran Serambi Nusantara yang diikuti…

Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

AKIBAT masih maraknya kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kota Bandung memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan keamanan pangan. Wali Kota Bandung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

  • September 14, 2026
Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

  • September 14, 2026
Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

  • September 14, 2026
Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru

  • September 14, 2026
Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru