Industri Pengolahan Dongkrak Ekspor DIY Hingga November 2025

DAERAH Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan nilai ekspor pada periode Januari-November 2025 yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekspor DIY sebesar 99,09 persen ditopang oleh sektor industri pengolahan, dengan tujuan utama Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang.

Ketiga negara tersebut memiliki pangsa gabungan 62,14 persen dari total ekspor DIY.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Herum Fajarwati menjelaskan, nilai ekspor ke Amerika Serikat tercatat sebesar US$221,87 juta. Ekspor ke negara tersebut didominasi komoditas pakaian bukan rajutan dan aksesorinya, barang dari kulit samak, serta pakaian rajutan dan aksesorinya.

“Ekspor ke Jerman mencapai US$56,00 juta, terutama berupa pakaian bukan rajutan dan aksesorinya, pakaian rajutan dan aksesorinya, serta gula dan kembang gula,” ujar Herum di Yogyakarta, Selasa (6/1).

BACA JUGA  Kuota Haji Reguler 2025 untuk DIY Sebanyak 3.147 Orang

Sementara itu, nilai ekspor ke Jepang tercatat sebesar US$36,80 juta, dengan komoditas utama pakaian bukan rajutan dan aksesorinya, pakaian rajutan dan aksesorinya, serta perabotan, lampu, dan alat penerangan.

Di sisi impor, Herum menyampaikan bahwa nilai impor DIY pada November 2025 tercatat sebesar US$14,89 juta, atau turun 26,18 persen dibandingkan November 2024.

“Impor DIY masih didominasi kelompok bahan baku dan penolong yang memberikan andil 92,14 persen terhadap total impor,” katanya.

Ekspor DIY didominasi komoditas pakaian

Penurunan impor secara tahunan terutama disebabkan kontraksi impor bahan baku dan penolong yang pada November 2025 tercatat turun 24,62 persen (y-on-y).

Komoditas utama impor bahan baku dan penolong meliputi kain rajutan dengan pangsa 23,57 persen dan turun 24,84 persen, kereta api, trem, dan bagiannya dengan pangsa 20,42 persen dan turun 39,20 persen, serta filamen buatan dengan pangsa 8,06 persen dan turun 5,51 persen.

BACA JUGA  Pengelola Kawasan Wisata Waspadai Rawan Bencana

Secara kumulatif, total nilai impor DIY sepanjang Januari–November 2025 meningkat 1,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama disumbang impor bahan baku dan penolong yang berkontribusi 89,39 persen terhadap total impor DIY.

Amerika Serikat tujuan utama

Selama Januari-November 2025, Tiongkok, Hongkong, dan Amerika Serikat menjadi pemasok utama impor DIY dengan pangsa gabungan mencapai 74,57 persen.

“Nilai impor dari Tiongkok tercatat sebesar US$61,39 juta, didominasi kain rajutan, kain tekstil dilapisi atau dilaminasi, serta kapas. Impor dari Hongkong mencapai US$30,45 juta, terutama berupa kain rajutan, kain kempa, benang khusus dan benang pintal, serta kain tenunan khusus,” jelas Herum.

Adapun impor dari Amerika Serikat tercatat sebesar US$27,25 juta, didominasi kereta api, trem, dan bagiannya, mesin dan peralatan mekanis, serta mesin dan perlengkapan elektrik.

BACA JUGA  Perahu Nelayan Dihantam Ombak, Satu Meninggal, Satu Hilang

Dengan perkembangan tersebut, Herum menambahkan, neraca perdagangan DIY pada periode Januari–November 2025 tetap mencatat surplus, yang menguat sebesar US$16,20 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemerintah Diminta Tingkatkan Penegakan Hukum dan Literasi Pajak

KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) RI mencatat realisasi penerimaan pajak sepanjang 2025 sebanyak Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target APBN 2025 yang sebesar Rp2.189,3 triliun. Dengan capaian tersebut, pemerintah menghadapi defisit…

PN Bandung Tolak Praperadilan Wakil Wali Kota Erwin

PENGADILAN Negeri (PN) Bandung menolak permohonan praperadilan yang diajukan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, terkait kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung tahun 2025. Putusan tersebut dibacakan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

UGM Lantik 901 Insinyur Baru

  • January 13, 2026
UGM Lantik 901 Insinyur Baru

Pemerintah Diminta Tingkatkan Penegakan Hukum dan Literasi Pajak

  • January 13, 2026
Pemerintah Diminta Tingkatkan Penegakan Hukum dan Literasi Pajak

Guru SD Jatikalang Keluhkan Banjir dan Kerawanan Sekolah

  • January 13, 2026
Guru SD Jatikalang Keluhkan Banjir dan Kerawanan Sekolah

Baru 56 Dapur SPPG Beroperasi di Sidoarjo dari Target 370

  • January 13, 2026
Baru 56 Dapur SPPG Beroperasi di Sidoarjo dari Target 370

Erick Thohir Gaungkan Semua Elemen Sepak Bola Indonesia Bersatu dan Dukung John Herdman

  • January 13, 2026
Erick Thohir Gaungkan Semua Elemen Sepak Bola Indonesia Bersatu dan Dukung John Herdman

Cegah Superflu, Warga Bandung Diminta Jaga Kesehatan

  • January 13, 2026
Cegah Superflu, Warga Bandung Diminta Jaga Kesehatan