
KEPALA Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan Ahmad Solhan ikut terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.
Dari empat penyelenggara negara, ada juga ajudan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yaitu Agustya Febry Andrean.
Informasi Mimbar Nusantara Kalimantan Selatan menyebutkan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Kalsel Yulianti Erlynah juga terjaring OTT KPK.
Ada 6 orang terjaring OTT KPK yang digelar di Kalimantan Selatan, Minggu (6/10) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Keenam orang ini terdiri dari empat penyelenggara negara dan dua orang dari pihak swasta.
Empat penyelenggara negara itu salah satunya ada Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Solhan.
Mereka telah tiba di Gedung Merah Putih KPK Jakarta Senin (7/10) sekitar pukul 19.50 dan sudah mengenakan rompi oranye, Senin (7/10) sekitar pukul 19.50 WIB.
Kedatangan keenam orang ini secara bertahap. Diawali dua orang kemudian disusul empat orang lainnya.
Dalam OTT di Banjarbaru Kalimantan Selatan, KPK mengamankan uang lebih dari Rp10 miliar.
Mereka telah diperiksa di Polda Kalsel selama hampir 24 jam dan sampai di Gedung KPK sudah memakai rompi oranye.
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam keterangannya mengatakan bahwa kasus OTT ini terkait perkara Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).
“Penunjukan pelaksana proyek dengan permintaan sejumlah fee oleh penyelenggara negara menjadi praktik yang lazim dalam PBJ,” ungkap Alexander Marwata. (DS/S-01)







