Debit Air di Daerah Irigasi Cianjur Mulai Menyusut

DEBIT air di sejumlah daerah irigasi (DI) di wilayah selatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai menyusut. Kondisi itu akibat belum turunnya hujan sejak beberapa pekan terakhir.

Kepala UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah V Sukanagara, MM Kurniawan, mengatakan hasil pantauan di lapangan, terdapat sejumlah daerah irigasi yang saat ini kondisi debit airnya menurun. Bahkan penurunannya relatif signifikan.

“Seperti di Kecamatan Kadupandak, beberapa daerah irigasi debit airnya menurun drastis,” kata Kurniawan, Kamis (22/8/2024).

Daerah irigasi di Kecamatan Kadupandak yang terdampak kemarau berada di aliran Sungai Cimanggu dan Cikawung. Di aliran Sungai Cimanggu, lokasi terdampak kemarau berada di DI Cimanggukanan, DI Cimanggukiri, DI Cipetir, DI Cipeuteuy, dan DI Sungapan.

BACA JUGA  Telkomsel Bantu Warga Terdampak Bencana di Cianjur

“Sementara di aliran Sungai Cikawung, penurunan debit air berada di DI Cikawung,” jelasnya.

Terus memantau

Hari tanpa hujan di wilayah itu sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah V Sukanagara terus memantau perkembangan di lapangan.

Cakupan kewenangan UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah V Sukanagara meliputi empat kecamatan. Wilayahnya terdiri dari Kecamatan Sukanagara, Kadupandak, Cijati, dan Takokak.

Terdapat 36 titik daerah irigasi di empat kecamatan yang menjadi kewenangan UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah V Sukanagara. Sebanyak lima titik di antaranya merupakan irigasi teknis dan sisanya irigasi sederhana.

Cakupan arealnya mencapai 7.800 hektare atau nyaris mencapai 8 ribu hektare. Arealnya meliputi persawahan, perkebunan, dan lahan pertanian lain.

BACA JUGA  Aturan Pencalonan Bupati Petahana Cianjur di Pilkada 2024 Dinilai Multitafsir

Kurniawan menyebutkan, untuk daerah irigasi lainnya sejauh ini terpantau masih normal. Seperti yang bersumber dari aliran Sungai Cibala, Sungai Cibeber, dan Sungai Cibuni, debit air masih stabil dan relatif tidak ada perubahan.

“Di sumber air Sungai Cibala terdiri dari DI Parungbangkong, DI Parenggong dan Leuwihonje, serta DI Leuwibadak. Di Sungai Cibeber terdiri dari DI Leuwisodong, ⁠DI Leuwisarinah, DI Curugdengdeng, dan DI Leuwirakit. Sedangkan di Sungai Cibuni terdiri dari DI Cikunjungan dan DI Singayuda. Di sini debit air masih relatif stabil,” pungkasnya. (Zea/N-01)

BACA JUGA  Lapas Cianjur Gagalkan Penyelundupan Sabu, Polisi Tangkap Bandarnya

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pencarian Lansia Hilang di Hutan Selorejo belum juga Berhasil

TIM SAR Gabungan belum juga berhasil menemukan lansia yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul hingga Jumat (26/6). Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis,…

Lantik 23 Pejabat, Bupati Taput Ingatkan Soal Tanggung Jawab

BUPATI Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., melantik 23 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Jumat, 26/6//2026). Pelantikan dilaksanakan saat kunjungan kerja di Lapangan Sepakbola Desa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Rektor UGM Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari University of Dundee

  • June 28, 2026
Rektor UGM Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari University of Dundee

Aljazair dan Austria Susul Argentina ke Babak 32 Besar

  • June 28, 2026
Aljazair dan Austria Susul Argentina ke Babak 32 Besar

Kolombia, Portugal, dan Kongo Lolos ke 32 Besar dari Grup K

  • June 28, 2026
Kolombia, Portugal, dan Kongo Lolos ke 32 Besar dari Grup K

Inggris Juara Grup, Kroasia Jadi Runner-up

  • June 28, 2026
Inggris Juara Grup, Kroasia Jadi Runner-up

Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

  • June 28, 2026
Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

  • June 27, 2026
AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai