Pertumbuhan Ekonomi DIY Triwulan II/2024 Melambat

BADAN Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat perekonomian DIY pada Triwulan II/2024 tumbuh sebesar 4,95% atau melambat jika dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya (Triwulan II/2023) yang tumbuh sebesar 5,17%.

Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati kepada wartawan, Senin (5/8), menjelaskan tumbuhnya perekonomian di triwulan ini didukung oleh peningkatan kinerja seluruh lapangan usaha. “Tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah Lapangan Usaha Pengadaan Listrik, Gas, dan Air sebesar 13,32%, disusul Jasa Keuangan dan Konstruksi yang masing-masing sebesar 9,08% dan 8,50%,” kata Herum Fajarwati.

Dikatakan, momen libur sekolah dan Hari Raya Idul Adha meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan maupun pemudik di wilayah DIY. Bahkan, katanya, jumlah pemudik tercatat mencapai angka tertinggi pascapandemi Covid-19. Hal ini katanya lagi, berpotensi secara signifikan untuk meningkatkan kebutuhan akan listrik.

Selain itu, kata Herum, mulai Triwulan III/2023 terjadi penyaluran gas kota di wilayah Kabupaten Sleman. Sementara pembangunan sarpras (sarana prasarana) dan perbaikan jalan terlihat lebih masif jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode waktu yang sama.

Dikatakan, struktur perekonomian DIY triwulan ini didominasi Lapangan Usaha Industri Pengolahan dengan kontribusi sebesar 11,87%, disusul Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 10,72% serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum10,37%. Selanjutnya, Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 9,68% dan Konstruksi sebesar 9,01%.

Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya, tidak ada perubahan 5 besar struktur PDRB DIY. Andil pertumbuhan di triwulan ini, katanya, didominasi oleh Lapangan Usaha Konstruksi dengan andil sebesar 0,79%, disusul Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 0,69%, Infokom sebesar 0,52%n dan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.

Menurut Herum, kondisi perekonomian DIY Triwulan II/2024 daripada Triwulan I/2024 (Q-to-Q) tumbuh sebesar 0,84%, atau melambat jika dibanding dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,93%. “Pertumbuhan ini didukung oleh seluruh lapangan usaha yang tumbuh positif. Pertumbuhan tertinggi adalah Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 5,19%, disusul Pertambangan dan Penggalian sebesar 4,73% dan Konstruksi sebesar 4,69%,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke DIY, kebutuhan listrik juga mengalami peningkatan. Meningkatnya kebutuhan listrik terutama terjadi pada lapangan usaha pendukung sektor pariwisata, seperti hotel, restoran, industri makanan, minuman, pakaian jadi, wisata, dan lain-lain. Selain itu, musim kering akibat fenomena El Nino juga berdampak pada kekeringan lahan sawah sehingga banyak petani yang memanfaatkan air tanah dan sungai untuk mengairi sawah dengan menggunakan pompa air.

Sementara pertumbuhan ekonomi Semester I/2024 terhadap Semester I/2023 (C-to-C), jelasnya kinerja perekonomian DIY semester I tahun ini tumbuh sebesar 5,00%, sedikit melambat jika dibandingkan dengan semester yang sama di 2023. Pertumbuhan ekonomi di semester ini didukung oleh hampir semua lapangan usaha, kecuali Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Pengadaan Listrik dan Gas merupakan satu-satunya sektor yang mencapai pertumbuhan hingga 2 digit, yaitu sebesar 14,75%, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 9,89% dan Administrasi Pemerintahan sebesar 9,02%.

Membandingkan dengan 34 provinsi, Herum Fajarwati mengungkapkan pemerintah terus berupaya memperkecil kesenjangan sosial ekonomi antara wilayah barat Indonesia dan wilayah Timur Indonesia. Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan, jelasnya, merupakan salah satu langkah untuk membuka potensi ekonomi Indonesia secara keseluruhan, yang diharapkan dapat menjadi magnet pertumbuhan ekonomi baru, sehingga tidak hanya bertumpu di Pulau Jawa.

Berdasarkan catatan Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), selama 10 tahun terakhir investasi di wilayah luar Jawa mengalami peningkatan signifikan. Sebaran realisasi investasi di luar Pulau Jawa pada Triwulan II/2024 mendominasi dengan konstribusi 50,2% dari total realisasi investasi.

Secara spasial, imbuhnya, struktur perekonomian Indonesia Triwulan II/2024 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dengan kontribusi terhadap total PDRB 34 provinsi yaitu sebesar 57,04%, diikuti Pulau Sumatra sebesar 22,08%, Pulau Kalimantan sebesar 8,18%, Pulau Sulawesi sebesar 7,16%, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,85%, serta Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,70%.

Kontribusi PDRB DIY baik terhadap pulau Jawa maupun terhadap total 34 provinsi posisinya relatif kecil. “Kontribusi terhadap Pulau Jawa sebesar 1,55%, dan kontribusinya terhadap total 34 provinsi sebesar 0,88%. (Agt)

 

  • Anton Kustedja

    Related Posts

    Seorang PNS di Taput Dipecat Usai Tagih TPP Tertunggak 19 Bulan

    NASIB malang dialami Ida Rohani Sinaga. Pasalnya, setelah hampir tiga dekade mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga itu harus kehilangan pekerjaannya. Ironisnya, keputusan pemberhentian…

    Amphibi Jatim Tawarkan Penanganan Sampah dengan Mesin Extruder

    ALIANSI Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan B3 Indonesia (Amphibi) Jawa Timur menawarkan teknologi mesin extruder kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai solusi menekan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Tawaran…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Jangan Lewatkan

    Puluhan Orang Luka-luka akibat Gempa Jepang

    • July 29, 2026
    Puluhan Orang Luka-luka akibat Gempa Jepang

    Persib Segel Tiket ke Semifinal, Arema Jaga Peluang

    • July 28, 2026
    Persib Segel Tiket ke Semifinal, Arema Jaga Peluang

    Seorang PNS di Taput Dipecat Usai Tagih TPP Tertunggak 19 Bulan

    • July 28, 2026
    Seorang PNS di Taput Dipecat Usai Tagih TPP Tertunggak 19 Bulan

    Indosat Berdayakan Ekonomi Lokal dan Percepat Transformasi AI

    • July 28, 2026
    Indosat Berdayakan Ekonomi Lokal dan Percepat Transformasi AI

    Amphibi Jatim Tawarkan Penanganan Sampah dengan Mesin Extruder

    • July 28, 2026
    Amphibi Jatim Tawarkan Penanganan Sampah dengan Mesin Extruder

    Kalog Kirim 1.425 Motor dari Yogyakarta selama Libur Panjang

    • July 28, 2026
    Kalog Kirim 1.425 Motor dari Yogyakarta selama Libur Panjang