Eks Tim Mawar Sebut Prabowo Sudah Waspadai Pengkhianat Sejak 2025

PRAKTISI intelijen sekaligus mantan anggota Tim Mawar Kopassus, Fauka Noor Farid, memberikan tanggapan terkait kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan tiga oknum perwira tinggi (pati) Mabes Polri.

Ketiga oknum tersebut yakni eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP), Kadivkum Polri Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution (ASN), serta Widyaiswara Kepolisian Utama TK1 Sespim Lemdiklat Polri Irjen Eko Hadi Santoso (EH).

​Fauka mengungkapkan bahwa jauh sebelum Bareskrim Polri membongkar kasus itu dirinya telah memberikan peringatan dini mengenai adanya ancaman “musuh dalam selimut” di lingkaran terdekat Presiden Prabowo. Indikasi kegiatan tersebut bahkan sudah terdeteksi sejak aksi unjuk rasa pada  2025 silam.

BACA JUGA  Presiden Minta Maaf belum Semua Anak Dapat Makan Bergizi Gratis

​”Karena di lingkungan terdekat ada orang-orang yang jadi musuh dalam selimut. Saya sudah pernah mengingatkan, dan Pak Prabowo pun tahu risiko dan sudah menyadari adanya pengkhianatan di lingkungan beliau dan kegiatan itu sudah terindikasi saat demo pada 2025  lalu,” kata Fauka saat dihubungi wartawan, Rabu (4/11).

Pemetaan kelemahan target

​Menurut pandangan dunia intelijen, penyadapan merupakan metode yang kerap digunakan untuk memetakan kelemahan target melalui pengumpulan informasi secara masif.

Informasi yang dihimpun dalam rentan waktu tertentu tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi disalahgunakan untuk manipulasi hingga membocorkan rahasia kebijakan strategis pemerintah.

​Berdasarkan hasil penyidikan Bareskrim Polri, aksi penyadapan yang menyasar Presiden Prabowo, para pejabat negara, tokoh politik, hingga organisasi masyarakat (ormas) tersebut telah berlangsung sejak 2025 hingga 2026.

BACA JUGA  Bupati Samosir Minta KDMP segera Beroperasi usai Dilaunching Presiden

Praktik yang seharusnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk penegakan hukum ini justru disalahgunakan demi kepentingan kelompok tertentu.

​”Jadi ketika Presiden, pejabat negara disadap itu jangan dipikir hanya untuk menyerang secara pribadi. Kalau informasi ini diberikan kepada musuh bisa mengancam negara,” tegas Fauka.

Memahami risiko

​Sebagai figur yang memiliki rekam jejak panjang di dunia intelijen, Presiden Prabowo dinilai sangat memahami risiko dan ancaman pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya.

Oleh karena itu, ketika laporan penyadapan itu mencuat, Kepala Negara tidak mengambil langkah reaktif atau gegabah—seperti mencopot langsung para tersangka dari jabatannya—yang berpotensi memicu kegaduhan internal.

​Prabowo memilih menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada proses hukum yang profesional di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan jajarannya.

BACA JUGA  Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Diminta Amanah

​”Karena ini menyangkut negara, bukan pribadi Presiden seorang. Terbukti sebelum akhirnya Mabes Polri memberikan pernyataan kemarin, tidak ada kegaduhan internal,” pungkas Fauka. (Xena/M-01)

Related Posts

Pecat Listyo, Presiden Prabowo Tunjuk Ariyo Windutomo Sebagai Plt KSP

PRESIDEN Prabowo Subianto resmi memberhentikan Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) setelah mantan Kapolri itu ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan ilegal. Selanjutnya, Prabowo menunjuk Letnan Jenderal TNI…

Masyarakat Diminta Percayai Polri Usut Kasus Penyadapan Ilegal

MENTERI Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengajak masyarakat untuk mempercayai Polri dalam menyelidiki kasus dugaan penyadapan ilegal. Menurutnya Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Penurunan Kemiskinan dan Good Governance Jadi Fokus Pembangunan DIY

  • November 4, 2026
Penurunan Kemiskinan dan Good Governance Jadi Fokus Pembangunan DIY

Kapolda DIY Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan di Mapolda

  • November 4, 2026
Kapolda DIY Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan di Mapolda

Eks Tim Mawar Sebut Prabowo Sudah Waspadai Pengkhianat Sejak 2025

  • November 4, 2026
Eks Tim Mawar Sebut Prabowo Sudah Waspadai Pengkhianat Sejak 2025

Polresta Sidoarjo Ungkap 147 Kasus Narkoba dan Amankan 180 Tersangka

  • November 4, 2026
Polresta Sidoarjo Ungkap 147 Kasus Narkoba dan Amankan 180 Tersangka

Polda DIY Intensifkan KRYD, Sita 3.027 Botol dan 322 Liter Mihol

  • November 4, 2026
Polda DIY Intensifkan KRYD, Sita 3.027 Botol dan 322 Liter Mihol

Bekuk Melbourne Victory, Persib Segel Tike ke babak 16 Besar ACL Two

  • November 4, 2026
Bekuk Melbourne Victory, Persib Segel Tike ke babak 16 Besar ACL Two