
PEMERINTAH Kabupaten Sleman menerima kunjungan kerja Tim Penilaian dan Verifikasi Lapangan dalam rangka Penilaian serta Pemilihan Kabupaten/Kota Terbaik pada Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Sanitasi. Tim tersebut diterima langsung oleh Bupati Sleman dan Wakil Bupati Sleman, serta kepala perangkat daerah terkait, pada Senin
Verifikasi dan penilaian dilakukan di dua tempat, yakni di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Donokerto Kapanewon Turi, dan TPST Madurejo Kapanewon Prambanan.
Adapun tim penilai pemilihan Kabupaten/Kota Terbaik pada Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Sanitasi diketuai oleh Dwityo Akoro, (Pemerhati Sanitasi / Tim Penilai). Hadir pula tim Direktorat Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum yang diketuai oleh Nuzulina Ilmiaty Ismail, (Kepala Subdirektorat Wilayah II, Direktorat Sanitasi).
Peningkatan akses sanitasi
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kehadiran tim penilai pusat. Ia berharap melalui verifikasi lapangan ini, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam mewujudkan Sleman yang bersih, sehat, nyaman, dan berwawasan lingkungan.
“Kami menyadari bahwa masih terdapat berbagai tantangan yang perlu ditangani, baik dalam peningkatan cakupan layanan sanitasi aman maupun pengelolaan lingkungan secara keseluruhan. Oleh karena itu, kami menyambut baik setiap masukan dan rekomendasi dari tim penilai sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan keberlanjutan pengelolaan sanitasi di Kabupaten Sleman,” ujar Bupati Sleman.
Lebih lanjut ia memaparkan sejumlah komitmen dan capaian nyata di Kabupaten Sleman, di antaranya peningkatan akses sanitasi aman, pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu melalui optimalisasi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dan bank sampah di tingkat padukuhan, serta penguatan regulasi daerah seperti Peraturan Bupati Sleman Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik.
Lihat kondisi lapangan
Pada kesempatan itu, Ketua Tim Verifikasi menjelaskan kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan serta memverifikasi berbagai aspek pengelolaan sanitasi, mulai dari akses air limbah domestik, pengelolaan sampah terpadu, dukungan regulasi, kelembagaan, pembiayaan, hingga partisipasi aktif masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan sanitasi tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang sudah dibangun, tetapi juga dari keberfungsian infrastruktur tersebut, kualitas pelayanan yang diberikan, kemudian manfaat yang nanti dirasakan masyarakat, serta yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan pengelolaannya,” ujar perwakilan tim penilai. (AGT/D-01)






