Otoritas Daerah Prancis Diminta Terapkan Jam Malam

AKSI kerusuhan yang terjadi di Prancis sebagai buntut dari aksi demonstrasi biaya hidup membuat kehidupan di beberapa wilayah negara itu lumpuh. Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu pun menyerukan pemberlakuan jam malam di sejumlah daerah.

Lecornu meminta otoritas daerah untuk menerapkan jam malam yang bersifat parsial dan terlokalisasi. Hal itu bertujuan untuk melindungi sektor usaha setelah ratusan toko mengalami kerusakan dan penjarahan.

“Saya bertekad penuh untuk memulihkan ketertiban umum,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah siap memberlakukan status darurat jika diperlukan.

Keputusan itu diambil Sebastien Lecornu setelah dia mengadakan rapat darurat dengan para menteri. Apalagi setelah Menteri Dalam Negeri Prancis menyatakan bahwa polisi telah kehilangan kendali selama kerusuhan.

BACA JUGA  29 Negara Segel Tiket ke Piala Dunia 2026

Mengundurkan diri

Aksi demontrasi di Prancis berubah menjadi kerusuhan. (Dok/IG)

Pihak berwenang sendiri berupaya keras meredam ketidakpuasan publik. Aksi itu merupakan puncak dari rangkaian protes selama empat minggu, yang awalnya dimulai oleh para siswa sekolah menengah yang menuntut perbaikan kondisi di sekolah mereka.

Namun aksi demonstrasi damai itu berubah menjadi kekerasan di sejumlah lokasi. Kelompok-kelompok bertopeng yang menyusup ke dalam aksi protes menyerang aparat penegak hukum, membobol dan membakar balai kota serta bangunan publik lainnya, menjarah toko-toko, serta membakar mobil, sepeda, dan skuter di jalanan.

Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengajukan pengunduran dirinya, menyusul penangkapan lebih dari 2.500 orang dan cederanya hampir 1.000 personel aparat keamanan.

Namun Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak pengunduran diri Nunez, meskipun ia mengakui adanya kegagalan dalam aspek keamanan dan intelijen terkait respons pemerintah.

BACA JUGA  Sikat Belanda, Austria Melenggang ke 16 Besar Sebagai Juara Grup

Kecam keras

Dalam pidatonya kepada warga Prancis, Macron mengecam kekerasan yang tak terkendali tersebut. Ia menyatakan bahwa otoritas lokal dapat melarang sejumlah unjuk rasa, namun tidak sampai menerapkan langkah-langkah yang lebih drastis.

Otoritas kota Marseille pada Senin (19/10), mengumumkan pelarangan pertemuan publik mulai tengah hari hingga pukul 20.00 waktu setempat.

Uni Eropa mengecam kekerasan yang terjadi selama akhir pekan sebagai tindakan yang tidak dapat diterima, namun mengingatkan bahwa hak untuk melakukan protes secara damai harus tetap dilindungi di Prancis. (*/N-01)

BACA JUGA  Hujan Gol Warnai Kemenangan Inggris atas Prancis

Dimitry Ramadan

Related Posts

Polisi Prancis Tahan 2.400 Orang Terduga Pelaku Kerusahan

SEDIKITNYA 2.400 orang ditahan dalam kerusuhan yang terjadi di Prancis pada Sabtu (17/10). Di sisi lain sekitar 1.000 petugas penegak hukum terluka. Aksi protes besar-besaran terjadi di Prancis pada Sabtu…

Ganda Putra Fajar/Fikri Juarai Denmark Open 2026

GANDA putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil menjuarai Denmark Open 2026. Kesuksesan itu didapat Fajar/Fikri setelah mengalahkan pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dua gim langsung 21-8, 21-11 pada…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Otoritas Daerah Prancis Diminta Terapkan Jam Malam

  • October 19, 2026
Otoritas Daerah Prancis Diminta Terapkan Jam Malam

Polisi Prancis Tahan 2.400 Orang Terduga Pelaku Kerusahan

  • October 19, 2026
Polisi Prancis Tahan 2.400 Orang Terduga Pelaku Kerusahan

Kapolresta Sidoarjo Ajak Mahasiswa Perangi Peredaran Narkoba

  • October 19, 2026
Kapolresta Sidoarjo Ajak Mahasiswa Perangi Peredaran Narkoba

UGM Pertahankan Predikat Five Star Plus HURS 2025

  • October 19, 2026
UGM Pertahankan Predikat Five Star Plus HURS 2025

Pertamina Berkilah Antrean di SPBU karena Migrasi Konsumen Pertamax

  • October 19, 2026
Pertamina Berkilah Antrean di SPBU karena Migrasi Konsumen Pertamax

Perkuat Layanan Kereta Api Sumut, KAI Tambah Tiga Lokomotif Tambahan

  • October 19, 2026
Perkuat Layanan Kereta Api Sumut, KAI Tambah Tiga Lokomotif Tambahan