
UNIVERSITAS Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mulai membuka pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2027, Senin di kampus UAD di Jalan Kragilan, Tamanan, Banguntapan, Bantul.
Dalam prosesi kick off PMB Tahun Akademik 2027 ini, UAD menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat daya saing lulusan serta menjaring calon mahasiswa baru yang akan didik agar sesuai dengan perkembangan masyarakat dan kemutuhan dunia kerja.
Pada kegiatan tersebut, Rektor UAD Prof. Muchlas mengajak masyarakat luas untuk mengenali perguruan tinggi secara lebih dalam sebagai bahan pertimbangan untuk mengikuti pendidikan tinggi. Menurut dia, pemilihan perguruan tinggi maupun program studi, haruslah mempertimangkan kebutuhan profesi di masa depan.
“Setidaknya empat tahun lagi, saat anak yang masuk perguruan tinggi lulus,” kata Rektor. Ia juga mengajak agar calon mahasiswa maupun orang tua memperhatikan kualitas perguruan tinggi maupun kualitas pendidikan yang ditawarkan.
Kesesuaian minat
Ia menambahkan, para orang tua juga harus memahami jenis pekerjaan yang dibutuhkan oleh dunia usaha, industri, pemerintahan atau yang lainnya di masa mendatang. Hal yang penting lainnya, ujarnya adalah kesesuaian minat minat calon mahasiswa dengan harapan orang tua.
Menurut Prof. Muchlas, pilihan terhadap program studi yang diminati jangan sampai hanya didasari dengan keinginan orang tua, namun juga memperhatikan cita-cita anak.
Ia menyontohkan dalam beberapa kasus seorang mahasiswa yang mengikuti kuliah namun tidak sesuai dengan pilihannya hanya karena mengikuti arahan orang tua, sehingga hasilnya kurang memuaskan.
Jenjang sarjana, magister, dan doktor
Sementara Kepala Biro Akademik dan Admisi UAD, Wahyu Widyaningsih, mengatakan PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) yang mulai dibuka ini untuk jenjang sarjana, magister, dan doktor. Ia menambahkan jalur yang tersedia meliputi jalur bebas tes (nilai rapor, nilai SKL, dan non-akademik), jalur tes berbasis CBT, jalur kedokteran, hingga jalur beasiswa.
“Pendaftaran dilakukan melalui pmb.uad.ac.id. Program profesi apoteker dan psikolog juga dibuka mulai hari ini,” kata Wahyu Widyaningsih.
Pada hari pertama pembukaan tercatat sudah ada 12 pendaftar.
Untuk tahun 2027, ujarnya, UAD juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa baru. Ia menyebutkan, pada tahun 2026 saja, beasiswa yang diserahkan untuk mahasiswa baru mencapai Rp17,7 miliar yang antara lain lain untuk kader persyarikatan, hafiz Quran, talenta unggul, KIP Kuliah, dan Sleman Pintar.
Tiga nilai
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Gatot Sugiharto memaparkan bahwa UAD berpegang pada tiga nilai, yakni inovatif, profesional, dan dedikasi.
Para mahasiswa didorong tidak hanya aktif di ruang kelas, melainkan juga memanfaatkan 122 organisasi kemahasiswaan untuk membangun kompetensi sesuai minat dan bakat. “Kalau hanya mengandalkan satu gaya berenang, kemungkinan besar mahasiswa akan tenggelam,” kata Gatot
Dikatakan 72 persen program studi UAD telah terakreditasi unggul, serta terdapat 56 guru besar dan dana riset Rp20,8 miliar pada 2025. UAD juga menegaskan diri sebagai kampus inklusi.
Tanggung jawab besar
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD, Irwan Akib menegaskan bahwa nama Ahmad Dahlan membawa tanggung jawab besar.
Ia berharap mahasiswa UAD meneladani karakter sang pendiri, antara lain rasional, teguh pendirian, peka terhadap kemanusiaan, dan visioner.
“Dengan Dahlan muda, akan lahir Dahlan berikutnya yang punya karakter mirip dengan Ahmad Dahlan,” tutur Irwan.
Irwan berharap para kepala sekolah mitra tidak ragu merekomendasikan UAD, sekaligus memberi masukan program studi yang perlu ditambah.
Rektor menambahkan, para pendaftar awal diharapkan segera melakukan registrasi. Ia berjanji para pendaftar awal di setiap fakultas akan mendapatkan hadiah dari kampus. (AGT/M-01)








