
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menilai Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, telah berada di tahap akhir menuju penerapan manajemen talenta.
Selanjutnya tinggal menerapkan ekosistem karier ASN secara nasional.
Hal itu diungkapkan saat ekspose manajemen talenta Pemerintah Kabupaten Batu Bara di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Zudan mengatakan proses tersebut diibaratkan sebagai sebuah perpindahan dari pola lama menuju sistem pengelolaan karier ASN yang lebih modern, dan terintegrasi.
“Batu Bara hampir sampai ke tujuan, yaitu mengawali penerapan manajemen talenta, “ungkapnya.
Jalan baru
“Sudah keluar dari pintu lama, satu kaki masih di pintu lama, satu kaki sudah masuk ke jalan baru. Nah, mulai besok, setelah saya tanda tangani persetujuan manajemen talenta, kedua kaki sudah masuk ke jalan yang baru. Kita masuk ke ekosistem karier terpadu secara nasional,” ujar Zudan.
Zudan mengarahkan bahwa penerapan manajemen talenta bukan sekadar pemenuhan administrasi kepegawaian, melainkan perubahan paradigma dalam mengelola karier ASN.
Talenta terbaik
Melalui sistem ini, pemerintah dapat mengenali talenta terbaik, mengembangkan kompetensinya, dan menyiapkan calon pemimpin sesuai kebutuhan organisasi.
Zudan juga mengatakan pendekatan ini telah digunakan di berbagai negara dalam menyiapkan sumber daya aparatur dan kader pemimpin untuk mengisi posisi-posisi strategis.
Sejumlah negara seperti Australia, Jepang, China, Amerika Serikat, dan Korea Selatan telah menerapkan pendekatan serupa dalam menemukan, mengembangkan, dan menyiapkan talenta terbaik.
Untuk penerapan di pemerintahan daerah sendiri, proses tersebut dilakukan melalui talent pool, pemetaan talenta, pengembangan kompetensi, hingga penyiapan kandidat suksesor.
Dengan cara ini, kaderisasi tidak dilakukan ketika suatu jabatan telah kosong, tetapi dipersiapkan lebih awal berdasarkan kebutuhan organisasi.
“Jadi kita tidak menunggu jabatan kosong baru mencari orang. Talenta sudah dipetakan, dikembangkan, dan disiapkan untuk kebutuhan organisasi ke depan,” tegas Zudan.
Selain itu menurutnya, dengan jumlah 4.211 ASN, Pemkab Batu Bara dapat menyiapkan profil talenta ASN di wilayahnya setelah proses pembangunan manajemen talenta mendapat pesertujuan dari BKN.
Selanjutnya, Pemkab Batu Bara dapat langsung melakukan kaderisasi kepemimpinan melalui identifikasi jabatan kosong pada jabatan pimpinan tinggi dan administrator, yang kemudian dilanjutkan dengan pemetaan talenta serta penyiapan kandidat suksesor.
Apresiasi BKN
Dengan pendampingan BKN, Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, menyampaikan apresiasi kepada BKN dan Kantor Regional BKN VI Medan atas pendampingan yang diberikan selama proses penerapan manajemen.
“Kami mengapresiasi BKN dan Kanreg BKN VI Medan yang terus mendampingi kami agar proses ini tidak melewati tahun 2027.”
“Harapannya, pada 2027 kami sudah bisa menjalankannya dengan baik. Sejauh ini kendala keterbatasan SDM di Batu Bara masih ada, dan mudah-mudahan manajemen talenta menjadi solusinya,” ujar Baharuddin.
Sesuai visi
Bupati Baru Bara juga mengatakan penerapan manajemen talenta tersebut sejalan dengan visi Kabupaten Batu Bara. Visi yang diusung yakni Mewujudkan Batu Bara yang Bahagia.
Kabupaten Baru Bara berorientasi pada pelayanan, amanah, harmonis, akuntabel, giat, inovatif, dan adil.
Dengan manajemen talenta, lanjut Baharuddin, pengelolaan ASN di Batu Bara tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan jabatan.
Pengelolaan ASN juga menjadi instrumen untuk membangun kaderisasi, mempercepat pengembangan kompetensi, dan memastikan kesiapan talenta untuk menjawab kebutuhan organisasi di masa depan. (W-01)






