
MULAI hari ini, pengunjung Candi Borobudur bisa memilih untuk menetralkan emisi karbon dari perjalanannya, cukup dengan satu pilihan tambahan saat membeli tiket masuk.
Pilihan itu dihadirkan melalui Inisiatif Strategis Dekarbonisasi Kawasan Candi Borobudur, kolaborasi antara InJourney Destination Management (IDM) pengelola destinasi warisan budaya di bawah holding BUMN pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney dengan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE).
Peresmian kerja sama dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Direktur Operasi InJourney Destination Management Indung Purwita Jati, didampingi Direktur Utama PT Taman Wisata Borobudur Mardijono Nugroho, di Manohara Borobudur Cultural Center, Magelang, Jawa Tengah, Senin.
Dengan peluncuran program bersama ini, Candi Borobudur menjadi destinasi warisan budaya pertama di Indonesia yang menyediakan skema kredit karbon sukarela langsung di titik pembelian tiket. Pengunjung dapat memilih untuk menetralkan jejak karbonnya dengan kontribusi sukarela yang ditambahkan ke harga tiket.
Sertifikat digital

Kontribusi pengunjung langsung digunakan untuk mengimbangi emisi karbon dari perjalanannya dan tercatat atas nama pengunjung. Pengunjung menerima sertifikat digital dan dapat melacak dampak kolektif program secara transparan.
Kredit karbon yang digunakan untuk mengimbangi (offset) emisi pengunjung berasal dari proyek energi terbarukan dan proyek konservasi alam Pertamina NRE di Indonesia yang terdaftar di Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Dengan demikian, setiap rupiah kontribusi wisatawan akan tetap berada di dalam negeri untuk menurunkan emisi Indonesia.
Inisiatif ini mendukung target Pemerintah Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat, serta agenda pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di destinasi super prioritas Borobudur.
Pengurangan emisi
Direktur Operasi IDM Indung Purwita Jati mengatakan Inisiatif Strategis Dekarbonisasi di Kawasan Candi Borobudur ini menghadirkan kesempatan bagi wisatawan untuk berkontribusi dalam mengurangi dampak perjalanan mereka.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat berjalan berdampingan di mana pengurangan emisi dilakukan dari sisi perjalanan pengunjung sekaligus dari sisi aktivitas operasional destinasi.
“Langkah dekarbonisasi tidak bisa berdiri sendiri. Kami perlu melihat seluruh perjalanan wisatawan, mulai dari perjalanan menuju destinasi hingga energi yang digunakan di dalam kawasan. Karena itu, kolaborasi menjadi bagian penting dari upaya kami membangun destinasi yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
“Borobudur adalah wajah Indonesia di mata dunia. Kami ingin pengalaman mengunjunginya juga mencerminkan arah Indonesia ke depan, rendah karbon, transparan, dan melibatkan semua orang. Bersama InJourney, kami menghadirkan kredit karbon dari bisnis energi ramah lingkungan Pertamina NRE langsung ke tangan wisatawan.”
“Melalui skema ini, wisatawan tidak hanya menikmati warisan budaya, tetapi juga dapat memilih untuk turut berkontribusi mendukung transisi energi Indonesia dengan cara yang terukur dan dapat diverifikasi,” imbuh Direktur Utama Pertamina NRE John Anis.
Pengembangan energi
Program tersebut menjadi bagian dari InJourney Decarbonization Roadmap yang diarahkan untuk membangun ekosistem pariwisata rendah karbon di berbagai destinasi InJourney.
Program dekarbonisasi dilakukan melalui pengembangan energi terbarukan, efisiensi energi, kendaraan listrik, pengelolaan limbah, serta kolaborasi untuk membangun kawasan yang berkelanjutan di destinasi.
Bagi Pertamina NRE, kolaborasi ini memperluas peran perusahaan dari pengembang energi terbarukan menjadi mitra dekarbonisasi yang menyentuh langsung masyarakat luas. Melalui kemitraan dengan InJourney, kredit karbon yang dihasilkan dari bisnis energi ramah lingkungan perusahaan kini hadir di ruang publik yang dekat dengan keseharian masyarakat, yaitu destinasi wisata.
Pertamina NRE menjadi pelaku pertama yang menjual kredit karbon di Bursa Karbon Indonesia pada 2023 dan mengelola portofolio proyek rendah karbon di berbagai wilayah Indonesia.
Borobudur adalah awal, bukan akhir
Candi Borobudur ditetapkan sebagai lokasi perdana carbon neutral zone dalam kemitraan ini. Setelah fase awal di Borobudur, skema yang sama akan diperluas secara bertahap ke destinasi unggulan lain yang dikelola InJourney.
Perluasan ini menjadi bagian dari InJourney Decarbonization Roadmap yang membangun ekosistem pariwisata rendah karbon melalui pengembangan energi terbarukan, efisiensi energi, kendaraan listrik, pengelolaan limbah, dan kemitraan strategis di seluruh destinasi InJourney.
IDM terus berkomitmen melalui berbagai program konservasi dan pelestarian lingkungan yang dilakukan melalui InJourney Green, InJourney Community Care dan InJourney Hospitality House yang selaras dengan perubahan transformatif yang dilakukan untuk menghadirkan solusi iklim yang adil dan berkelanjutan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru yang berdampak langsung kepada masyarakat lokal. (AGT/N-01)







