
KEDEPUTIAN Bidang Penghimpunn Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yayasan Harika untuk Kemanusiaan dan Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengajak generasi muda untuk mulai mempersiapkan ibadah haji sejak dini.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Haji Muda dan Program Dai Sejuta Mimbar yang berlangsung di Conference Room Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (29/9).
Kegiatan yang mengusung tema “Program Sejuta Mimbar: Generasi Muda sebagai Penerus Dakwah Berbasis Platform Digital” ini diikuti sekitar 200 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya perencanaan ibadah haji sejak usia muda, sekaligus mengenal peluang keterlibatan generasi muda dalam ekosistem dakwah digital.
Tidak hanya jadi pengguna teknologi digital
Melalui kegiatan tersebut, BPKH mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi digital, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, S.Psi., M.Si. yang membuka acara pagi hari ini, menyemangati para mahasiswa untuk mulai memikirkan dan mempersiapkan ibadah haji sejak dini.
“Generasi muda saat ini perlu untuk mulai memikirkan bagaimana bisa membangun kebiasaan menabung dan melakukan perencanaan keuangan sejak usia muda, sehingga cita-cita untuk menunaikan ibadah haji dapat dipersiapkan secara lebih matang,” jelasnya.
Deputi Bidang Penghimpunan BKH, Dr. Juni Supriyanto, S.Kom., M.Si., Ak., M.Ak., CMA, SAS, CertDA menambahkan perlunya edukasi dan literasi mengenai Program Haji Muda. “Perencanaan haji perlu dipandang sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan kesadaran, literasi, dan perencanaan keuangan. Karena itu, generasi muda perlu memperoleh informasi yang memadai sejak dini agar dapat mengambil langkah sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing,” kata Juni.
Dai Sejuta Mimbar
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow dan diskusi mengenai Program Haji Muda dan Dai Sejuta Mimbar. Sesi ini menghadirkan Dr. Banu Muhammad, S.E., M.S.E., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia; Syuhelmaidi Syukur, Ak. CA., Direktur Harika Foundation; Rizky Prayogo Ramadhan, S.E., M.Si., peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); serta Tito Ikhsan Rozak dari Sosplan Creative.
Diskusi membahas berbagai perspektif mengenai generasi muda, perencanaan haji, literasi keuangan, kreativitas, serta pemanfaatan platform digital untuk mengembangkan dakwah yang relevan dengan karakter dan kebiasaan generasi muda.
Kepada para peserta juga dikenalkan mengenai kiat-kiat untuk membuat konten yang menarik, sehingga relevan dengan perkuliahan yang diampu di Program Studi Ilmu Komunikasi. (AGT/A-01)






