
TIM Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui program Menstrual Care Education (Mencare) mendorong kemandirian higiene menstruasi murid putri dengan Hambatan Intelektual.
Melalui program Mencare, mereka menghadirkan pembelajaran higiene menstruasi yang adaptif bagi murid putri di SLB Bhakti Pertiwi Prambanan. Program tersebut dirancang untuk membantu murid memahami menstruasi sekaligus membangun keterampilan perawatan diri secara bertahap.
Ketua tim Mencare Afifah Haya Nur Karimah menjelaskan bahwa program itu dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan setiap murid.
Pengalaman langsung
Menurutnya, pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi diarahkan agar murid mendapatkan pengalaman langsung dalam mempraktikkan keterampilan higiene menstruasi.
“Melalui Mencare, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya membuat murid memahami apa itu menstruasi, tetapi juga membantu mereka belajar merawat diri secara bertahap.”
“Kami menyesuaikan media dan metode pembelajaran dengan kemampuan setiap murid, sehingga proses menuju kemandirian dapat berlangsung secara nyaman dan terarah,” ujar Afifah, Kamis di Yogyakarta.
Kebutuhan tersebut menjadi dasar pengembangan Mencare. Sebagian murid putri dengan hambatan intelektual masih membutuhkan pendampingan dalam memahami menstruasi dan melakukan perawatan diri selama menstruasi.
Lima tahap
Karena itu, program dirancang tidak hanya berupa edukasi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada murid untuk mengikuti demonstrasi, simulasi, hingga praktik secara langsung.
Pembelajaran Mencare dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu Know Your Body, Understand & Care, Practice Smart Care, Be Independent, dan Healthy Habit Builder.
Materi disampaikan menggunakan berbagai media yang disesuaikan dengan karakteristik murid, seperti buku saku, flashcard, poster, video edukasi, dan website Mencare.
Salah satu media yang mendapatkan apresiasi adalah buku saku Mencare. Dokter dan akademisi bidang pendidikan kesehatan disabilitas Dr. dr. Atien Nur Chamidah, M.Dis.St., menilai buku tersebut memiliki keunggulan karena menyampaikan informasi dengan bahasa sederhana, visual yang menarik, serta langkah-langkah praktis.
Beri perubahan
Media tersebut dinilai dapat membantu murid memperoleh pengetahuan sekaligus mendukung proses pembelajaran menuju kemandirian.Dalam pelaksanaannya, pendampingan diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing murid.
Ketika murid mulai mampu melakukan keterampilan secara mandiri, intensitas bantuan dikurangi secara bertahap. Pendekatan ini penting karena setiap murid memiliki kemampuan dan kebutuhan dukungan yang berbeda.
Kepala SLB Bhakti Pertiwi Prambanan, Sudarmi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa program MENCARE memberikan perubahan dalam proses pendampingan murid.
“Sebelum ada MENCARE, kami masih mengalami kesulitan dalam mendampingi anak-anak ketika menstruasi. Setelah mengikuti program ini, anak-anak mulai lebih memahami dan mampu melakukan perawatan diri dengan lebih mandiri,” ungkap Sudarmi.
Keterlibatan orang tua
Perubahan tersebut terlihat dalam sejumlah keterampilan higiene menstruasi. Murid yang sebelumnya masih membutuhkan banyak bantuan mulai mampu melakukan beberapa tahapan secara lebih mandiri, antara lain penggunaan, penggantian, dan pembuangan pembalut dengan benar.
Upaya membangun kemandirian juga tidak berhenti di lingkungan sekolah. Orang tua turut dilibatkan dalam proses evaluasi untuk mengetahui penerapan keterampilan yang telah dipelajari murid dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan orang tua diharapkan dapat memperkuat pembiasaan higiene menstruasi di lingkungan rumah. Selain murid, Mencare juga memberikan penguatan kapasitas kepada guru sebagai mitra pelaksana program.
Guru mendapatkan pelatihan mengenai materi, penggunaan media, serta tahapan pelaksanaan Mencare. Setelah mengikuti pelatihan, guru juga memperoleh kesempatan untuk melakukan praktik mengajar secara mandiri sehingga semakin siap menerapkan edukasi higiene menstruasi sesuai karakteristik murid.
Edukasi kesehatan yang adaptif
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, pendampingan langsung oleh tim PKM-PM ditutup dengan penyerahan media edukasi dan Buku Pedoman Mitra Mencare kepada pihak sekolah.
Tim juga membentuk pengelola serta membagi peran untuk mendukung keberlangsungan pelaksanaan program setelah masa pendampingan mahasiswa berakhir.
Melalui Mencare, Tim PKM-PM UNY berharap pengalaman yang telah diterapkan di SLB Bhakti Pertiwi Prambanan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan sekaligus menjadi inspirasi bagi SLB lain yang menghadapi kebutuhan serupa, khususnya dalam memberikan pendampingan higiene menstruasi bagi murid dengan hambatan intelektual.
Program Mencare juga diharapkan dapat menjadi gambaran bagi sekolah lain dalam mengembangkan edukasi kesehatan yang adaptif, dengan memperhatikan karakteristik, kemampuan, serta kebutuhan dukungan masing-masing murid. (AGT/M-01)






