Keterbatasan Fisik bukan Halangan untuk Lantunkan Al-Qur’an

SUASANA hening menyelimuti lantai 5 MG Setos Hotel Semarang, Selasa (15/9/2026). Tak terdengar lantunan ayat Al-Qur’an di ruangan yang menjadi tempat penyelenggaraan MTQ. Hanya sejumlah peserta nampak menggerakkan tangan mengikuti susunan ayat-ayat suci.

Mereka merupakan peserta Cabang Tartil Al-Qur’an Isyarat Golongan Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu/tuna rungu di MTQ Nasional XXXI 2026.

Ketua Asosiasi Tuli Muslim Indonesia (ATMI), Rama Syahti, mengatakan terdapat 28 peserta dari 14 komunitas tuli muslim yang mengikuti cabang tersebut. Menurutnya, MTQ Nasional XXXI menjadi MTQ Nasional pertama yang melibatkan peserta tuna rungu.

“Alhamdulillah ini adalah MTQ Nasional pertama yang melibatkan teman tuna rungu. Tentunya kami lihat peserta sangat bersemangat, pendamping sangat bersemangat,” kata Rama.

BACA JUGA  LPMQ Permudah Akses Al-Qur’an bagi Penyandang Tuli

Dua metode

Peserta tuna rungu nampak menggerakkan tangannya mengikuti susunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. (Dok/Ist)

Ia menjelaskan, terdapat dua metode dalam Tartil Al-Qur’an Isyarat, yakni kitabah dan tilawah. Metode kitabah menggunakan bahasa isyarat yang mengikuti tulisan Al-Qur’an, sedangkan tilawah mengikuti cara membaca atau pelafalan Al-Qur’an sehingga hukum tajwid turut diperhatikan.

Dalam penilaian, juri memperhatikan ketepatan bentuk dan posisi tangan, gerakan harakat, serta adab peserta. Sementara gerakan mulut tidak menjadi unsur penilaian.

“Orang dengar menggunakan suara membaca Qur’an. Orang netra pakai Al-Qur’an braille. Kalau tuli pakai Qur’an isyarat,” ujarnya.

Salah satu peserta dari Jawa Timur, Aisyah Syerviyah, mengaku telah menjalani lima kali latihan sebelum tampil. Latihan dilakukan di Balai Disabilitas, termasuk memastikan ketepatan bahasa isyarat. “Menang ataupun tidak bukan masalah, yang terpenting semangat Al-Qur’an,” ujarnya.

BACA JUGA  Lebih 70% Muslim Indonesia Disebut tidak Bisa Baca Al Qur'an

Sempat gugup

Peserta asal Banten, Azaroby Dwi Anggoro, juga mengaku sempat gugup saat tampil. Ia mempersiapkan diri selama dua pekan dengan mempelajari satu per satu surat yang menjadi materi perlombaan.

“Saya minta doa dari orang tua, minta dukungan semoga bisa mendapatkan juara, yang terbaik, insyaallah,” katanya. (Htm/A-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Rektor UAD Ingatkan Keberhasilan Lulusan Adalah Manfaat Bagi Orang lain

UNIVERSITAS Ahmad Dahlan Yogyakarta, menggelar wisuda di Gedung JEC, Janti Bantul pada Sabtu. Sebanyak 1.853 lulusan Program Sarjana (S1),  11 lulusan Program Sarjana Terapan (D4), 263 lulusan Program Magister (S2)…

Pasca-Penggeledahan, Taj Yasin Beri Pendampingan Psikologis para Santri

WAKIL Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen memastikan anak-anak yang terdampak penggeledahan di dua lokasi yang diklaim sebagai pondok pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar mendapatkan pendampingan psikologis. Pemprov Jateng akan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tim Basket Putri Cianjur Ungguli Indramayu di Babak Penyisihan Porprov XV Jabar

  • November 1, 2026
Tim Basket Putri Cianjur Ungguli Indramayu di Babak Penyisihan Porprov XV Jabar

Kalah Lagi, MU Makin Dekat Tepi Jurang Degradasi

  • November 1, 2026
Kalah Lagi, MU Makin Dekat Tepi Jurang Degradasi

Pameran Seni Inklusif In Medio Buka Ruang Kreativitas Seniman Disabilitas

  • November 1, 2026
Pameran Seni Inklusif In Medio Buka Ruang Kreativitas Seniman Disabilitas

Polresta Sleman Sita Total 833 Botol Miras Sepanjang Oktober

  • November 1, 2026
Polresta Sleman Sita Total 833 Botol Miras Sepanjang  Oktober

Bekuk Inter, AC Milan menang Derby della Madonnina

  • November 1, 2026
Bekuk Inter, AC Milan menang Derby della Madonnina

Barcelona Lampiasan Kemarahan ke Deportivo Alaves

  • November 1, 2026
Barcelona Lampiasan Kemarahan ke Deportivo Alaves