UGM Sabet 2 Penghargaan di Kompetisi Mobil Hemat Energi AISeries x AISC Regional

TIM REACTIC Universitas Gadjah Mada menempatkan diri pada posisi bergengsi pada kompetisi mobil hemat energi berbasis reaksi kimia.

Tim UGM ini meraih posisi 1st Place in Race Competition dan 2rd Runner Up Poster Competition pada gelaran AISeries X AISC Regional 2026 yang digelar di kampus Universitas Indonesia di Depok, 5 September lalu.

Dengan keberhasilan ini UGM mengukuhkan dominasi Reacric pada race competition selama tiga tahun berturut-turut.

Tiket ke AS

Kemenangan ini menjadi tiket Tim Reactic untuk berangkat ke Minneapolis, Amerika Serikat dalam laga AIChE Chem-E-Car Competition 2026 yang akan dilaksanakan di bulan November mendatang di Minneapolis, Amerika Serikat.

Dalam laga di UI, Depok, Tim Reactic membawa mobil Rathavikasa 2.0 yang dinamai Jayantaka. Mobil ini dikembangkan oleh tim yang dipimpin oleh Ichwan Amirudin (Teknik Kimia).  Beranggotakan Bremani Sirat Atmaja (Teknik Kimia), Alvito Rizki Sidartawan (Teknik Mesin dan Industri), Riyo Yusuf Setyawan (Teknik Mesin dan Industri), dan Violin Frastica (Elektronika dan Instrumentasi).

BACA JUGA  Momen Hari Pers Nasional, 18 Tokoh Jateng Dapat Penghargaan

Violin Frastica menjelaskan konsep mobil Rathavikasa 2.0 tidak hanya berfokus pada penghasilan energi, tetapi juga pada optimalisasi dan pengendalian energi tersebut.

Mengontrol energi

Mobil ini unggul dalam kemampuan mengontrol energi menjadi sistem yang presisi, stabil, dan aman. Pihaknya mengombinasikan sistem chemical, mechanical, dan electrical dalam satu kesatuan.

Reaksi antara natrium karbonat (Na2CO3) dan asam asetat (CH3COOH) menghasilkan gas CO₂ yang digunakan untuk menggerakkan sistem pneumatik.

“Dengan dukungan sensor dan sistem kontrol yang andal, setiap proses dari reaksi hingga pergerakan mobil dapat bekerja secara terkoordinasi,” jelasnya dalam keterangan yang dikirim Kamis (10/9).

Sempat alami hambatan

Vito, selaku anggota tim lainnya, mengaku sebelum lomba sempat menghadapi hambatan dalam persiapan. Tim, jelasnya harus menempuh perjalanan hingga satu jam hanya untuk menemukan lokasi uji coba yang memadai, meskipun kondisi jalurnya tidak seideal area workshop. Selain itu, sehari sebelum perlombaan, mereka sempat mengubah konsentrasi reaktan.

“Kami bahkan sempat mengubah konsentrasi reaktan asam asetat dan natrium karbonat di H-1 perlombaan. Beruntung, seluruh persiapan poster, presentasi, hingga eksekusi Chem-E-Car secara keseluruhan berjalan sangat lancar,” tutur Vito.

BACA JUGA  Jateng Apresiasi Juara Pertama MTQ ke Tanah Suci

Ia menambahkan, tim juga menghadapi ujian mental. Satu anggota tim, Bremani saat perlombaan berlangsung mendapat urutan race paling akhir selama dua kompetisi berturut-turut menjadi momen paling mendebarkan baginya.

Meski demikian, keberhasilan menahan keraguan hingga mempersembahkan gelar Hattrick Champions untuk UGM menjadi momen yang sangat emosional.

“Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa ujian terberat bukanlah mengalahkan lawan, melainkan menaklukkan keraguan diri sendiri dan tetap percaya pada proses yang dibangun bersama,” ujar Bremani.

Tantangan yang berbeda

Sedangkan Riyo turut menyampaikan bahwa ke depannya mereka akan terus mengikuti kompetisi baik tingkat nasional maupun internasional. Setiap kompetisi akan memiliki tantangan yang berbeda-beda dan harus dihadapi dengan solusi terbaik.

Hal ini karena setiap kompetisi merupakan kesempatan berharga untuk menguji kemampuan, mengevaluasi kekurangan, dan bertumbuh bersama sebagai satu keluarga besar Reactics.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Raih Penghargaan di Hari Jadi Provinsi Jabar

“Kami akan kembali bertanding dengan rancangan mobil berbeda pada ajang kjVI VDi ChemCar Competition di Bayreuth, Jerman. Pada saat yang sama, dua sub-tim Reactics lainnya tengah bersiap untuk berpartisipasi dalam ICHEDECE Ecodays di Universitas Sebelas Maret (UNS),” jelas Riyo.

Proses panjang

Ketua Tim Ichwan mengatakan bahwa kemenangan ini merupakan buah dari proses panjang, keberanian menghadapi tantangan, serta kemampuan bangkit dari kegagalan bersama-sama. Banyak pihak di balik tim yang turut berkontribusi dengan satu tujuan yang sama.

“Capaian ini menjadi bentuk apresiasi dan rasa terima kasih kami kepada seluruh pihak yang menjadi bagian dari perjalanan Reactics, mulai dari tim teknis, divisi non teknis yang mendukung di balik layar, para dosen pembimbing, hingga para sponsor yang telah memberikan kepercayaan penuh,” ungkapnya. (AGT/A-01)

Admin

Related Posts

ICE 2026: Bahasa sebagai Pintu Masuk Kebudayaan

LEMBAGA Bahasa Internasional Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (LIB FIB UI) menggelar acara International Culture Expo (ICE) 2026. Kegiatan yang diadakan di Kampus FIB, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu…

Pemkab Blora Gandeng Fakultas Peternakan UGM Kembangkan Ayam Kampung

PEMERINTAH Kabupaten Blora, Jawa Tengah menggandeng Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada dalam upaya mengembangkan ayam kampung sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan peternak dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kewajiban Sertifikasi Halal UMKM Resmi Ditunda

  • October 25, 2026
Kewajiban Sertifikasi Halal UMKM Resmi Ditunda

Indonesia Borong Tiga Gelar dari Turnamen Indonesia Masters

  • October 25, 2026
Indonesia Borong Tiga Gelar dari Turnamen Indonesia Masters

Singo Edan Ngamuk, Persib Redam Garudayaksa

  • October 25, 2026
Singo Edan Ngamuk, Persib Redam Garudayaksa

KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas

  • October 25, 2026
KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas

Peringati Hari Osteoporosis, Perwatusi Ajak Warga Rutin Bergerak

  • October 25, 2026
Peringati Hari Osteoporosis, Perwatusi Ajak Warga Rutin Bergerak

KAI Berkomitmen Jaga Keandalan Prasarana

  • October 24, 2026
KAI Berkomitmen Jaga Keandalan Prasarana