
UNTUK menguji kesiapsiagaan dan kemampuan penanganan keadaan darurat di kawasan destinasi wisata, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar simulasi Protokol Keselamatan Destinasi Super Prioritas di Taman Wisata Candi Prambanan, Yogyakarta.
Pelaksanaan simulasi bertujuan untuk menguji kesiapan personel, prosedur, sarana dan prasarana, komunikasi, koordinasi, serta mekanisme penanganan keadaan darurat di kawasan wisata.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mengidentifikasi potensi kendala dalam pelaksanaan respons dan evakuasi, sehingga dapat dilakukan penguatan terhadap sistem keselamatan destinasi.
Simulasi melibatkan Basarnas, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Kantor Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta, pemerintah daerah, unsur kesehatan, keamanan, Potensi SAR, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Sinergi membangun kesiapsiagaan
Keterlibatan berbagai unsur tersebut merupakan bentuk sinergi dalam membangun kesiapsiagaan dan penanganan keadaan darurat secara terpadu.
Dalam kegiatan tersebut disimulasikan kondisi darurat akibat gempa bumi yang menimbulkan kerusakan bangunan serta adanya wisatawan yang membutuhkan pertolongan.
Skenario kemudian dilanjutkan dengan penerimaan informasi kejadian, aktivasi respons, koordinasi antarunsur, pencarian dan pertolongan korban, penanganan medis, evakuasi wisatawan, hingga pemulihan kondisi kawasan.
Melalui simulasi tersebut, setiap unsur dapat menguji pelaksanaan tugas dan peran masing-masing sekaligus membangun kesamaan pemahaman dalam menghadapi kondisi darurat.
Simulasi juga menjadi sarana untuk melihat efektivitas mekanisme komunikasi, koordinasi, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan evakuasi di kawasan destinasi wisata.
Sebagai tindak lanjut, hasil pelaksanaan simulasi akan dievaluasi untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, serta kebutuhan perbaikan dalam sistem keselamatan dan kesiapsiagaan kawasan.
Hasil evaluasi tersebut selanjutnya menjadi bahan penyusunan rekomendasi, termasuk penguatan prosedur penanganan keadaan darurat, mekanisme evakuasi, koordinasi antarunsur, serta kesiapan personel dan sarana pendukung.
Basarnas berharap pelaksanaan simulasi ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun sistem keselamatan destinasi wisata yang lebih terpadu, responsif, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kawasan wisata Candi Prambanan diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi keadaan darurat serta mampu memberikan rasa aman bagi wisatawan dan masyarakat. (AGT/M-01)






