KKP Pratama Sleman Ajak Siswa SDMCC Kenali Pajak Lewat Dongeng Garudeya

KEPALA KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Pratama Sleman, M. Andi Setijo Nugroho, beserta tim Pajak Bertutur (Patur) 2026 mengunjungi SD Muhammadiyah Condongcatur di Jalan Perumnas, Ring Road Utara, Gorongan Desa Condongcatur, Depok, Sleman Kamis (3/9).

Agenda acara tersebut merupakan kegiatan rutin dari Direktorat Jenderal Pajak yang bertujuan untuk memberikan edukasi sejak dini kepada para siswa tentang manfaat pajak.

Pada 2026, KPP Pratama Sleman menggelar Pajak Bertutur di SD Muhammadiyah Condongcatur yang diikuti 37 siswa perwakilan kelas 1 A hingga 1 F.

Kepala KPP Pratama Sleman memberikan sambutan kepada anak-anak SD Muhammadiyah Condongcatur, dan menjelaskan pentingnya peran pajak bagi bangsa.

“Pada hari ini kita belajar mengenal pentingnya peran pajak bagi kita. Dengan rajin belajar maka kalian semua akan menjadi generasi emas yang cerdas dan membanggakan,” katanya.

BACA JUGA  Siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Belajar Kelola Sampah dan Energi Terbarukan

Kesejahteraan rakyat

Penyuluh Pajak KPP Pratama Sleman Maria dan Isabella, Penyuluh Pajak KPP Pratama Sleman pada kesempatan itu mengajak seluruh peserta mendengarkan dongeng yang menceritakan tokoh fiksi bernama Elano dan Kinar yang berpetulang di hutan Garudeya.

Mereka mengumpulkan kristal energi yang dapat digunakan untuk membeli berbagai fasilitas yang dibutuhkan para penduduk di Garudeya. Melalui media animasi edukatif tersebut, peserta diajak memahami peran pajak dalam pembangunan sebuah negara.

“Nah, adik- adik, kristal energi yang dimiliki Elano sama halnya dengan pajak yang ayah dan bunda kalian bayarkan kepada negara. Dengan pajak tersebut, negara mampu memberikan berbagai fasilitas untuk warga berupa jalan, jembatan, penerangan, membangun gedung sekolah, rumah sakit dan masih banyak lagi”, tutur Isabella.

BACA JUGA  Ratusan Siswa SMA Se-Jawa Barat Ikut Sakola Budaya

Seluruh peserta diajak untuk bermain bersama dalam misi mengumpulkan kristal energi secara berkelompok sembari menyisipkan beberapa pesan tentang pentingnya kerja sama dan gotong royong dalam kelompok hingga terkumpul sejumlah kristal yang kemudian ditukarkan dengan berbagai fasilitas bagi masyarakat.

Permainan tersebut menggambarkan pentingnya pajak dalam mendukung kesejahteraan seluruh warga negara Indonesia. (AGT/M-01)

Related Posts

Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

SELAMA ini pandangan sosial dan budaya yang membatasi peran perempuan masih menjadi tantangan dalam dunia pendidikan. Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengembangkan riset untuk menghasilkan modul…

Kalog Target Angkut CPO 200 Ribu Ton per Tahun

KAI Logistik mencatat volume layanan pra-purna angkutan crude palm oil (CPO) sekitar 62 ribu ton sejak mulai beroperasi pada Mei 2026 hingga Triwulan III 2026. Perusahaan menargetkan volume layanan tersebut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyerangan Rombongan Persib U-18

  • October 21, 2026
Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyerangan Rombongan Persib U-18

Polda DIY Pastikan 32 Peserta Aksi yang Diamankan sudah Dipulangkan

  • October 21, 2026
Polda DIY Pastikan 32 Peserta Aksi yang Diamankan sudah Dipulangkan

Program Bagi HP Gratis Berisiko Jadi Beban Fiskal dan Boros Anggaran

  • October 21, 2026
Program Bagi HP Gratis Berisiko Jadi Beban Fiskal dan Boros Anggaran

Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

  • October 20, 2026
Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

Pulihkan Mental Pemain U-18, Persib Terus Lakukan Pendampingan

  • October 20, 2026
Pulihkan Mental Pemain U-18, Persib Terus Lakukan Pendampingan

Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah

  • October 20, 2026
Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah