Pemprov DIY Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa

GUBERNUR DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan keberadaan tiga gedung baru di lingkungan RSJ Ghasia, Pakem, Sleman merupakan satu kesatuan mata rantai pelayanan yang menghubungkan penanganan, pemulihan, hingga kesinambungan terapi. Gubernur mengingatkan agar kemajuan fisik dan teknologi fasilitas kesehatan senantiasa diimbangi dengan sentuhan kemanusiaan.

“Kemajuan pelayanan kesehatan tidak pernah dapat diukur hanya dari bertambahnya bangunan dan peralatan. Infrastruktur memperoleh maknanya ketika menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi sesama manusia,” tegas Gubernur DIY.

Gubernur DIY juga mengajak masyarakat dan seluruh civitas hospitalia untuk bersama-sama mengikis stigma terhadap gangguan kesehatan jiwa. Menurutnya, pemulihan sejati terjadi saat pasien mampu kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat dengan bermartabat dan percaya diri.

BACA JUGA  Perkuat Kerja Sama, Dubes Jepang Kunjungi Sri Sultan Hamengku Buwono X

Perkuat akses

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemda DIY. Kehadiran gedung baru di RSJ Grhasia yang berlokasi di wilayah Pakem, Sleman ini dinilai sangat vital dalam memperkuat akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga Kabupaten Sleman.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman mengucapkan terima kasih atas perhatian besar Bapak Gubernur dan Pemda DIY. Keberadaan fasilitas penunjang yang modern dan humanis di RSJ Grhasia ini tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan jiwa masyarakat Sleman, tetapi juga dapat memberikan pelayanan kesehatan terpadu dan mitigasi yang sangat diandalkan di wilayah utara,” ujar Harda Kiswaya.

Ketiga gedung tersebut dibangun dengan total anggaran Rp34,059 miliar yang bersumber dari Dana Keistimewaan Tahun Anggaran 2025. (AGT/M-01)

BACA JUGA  Sri Sultan: Kebersihan Sungai Bagian dari Falsafah Hidup

Related Posts

Penataan PKL oleh Pemkot Pematangsiantar Dinilai Ambivalen

AKADEMISI Robert Tua Siregar menilai kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dalam menata pedagang kaki lima (PKL) terkesan asal. Alih-alih menata, mereka justru seperti melakukan pembiaran. Selain itu, kebijakan mereka juga…

UNE Pererat Kerja Sama dengan Fapet UGM

DEKAN Faculty of Science, Agriculture, Business and Law University of New England (UNE) Australia, Prof. Sujanna, berkunjung ke Fakultas Peternakan UGM bersama perwakilan UNE, Ms. Yohanna, Selasa (1/9). Delegasi dari…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Penataan PKL oleh Pemkot Pematangsiantar Dinilai Ambivalen

  • September 1, 2026
Penataan PKL oleh Pemkot Pematangsiantar Dinilai Ambivalen

UNE Pererat Kerja Sama dengan Fapet UGM

  • September 1, 2026
UNE Pererat Kerja Sama dengan Fapet UGM

Pemprov DIY Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa

  • September 1, 2026
Pemprov DIY Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa

Inflasi di Jabar Terkendali dan Neraca Perdagangan Surplus US$16,63 Miliar

  • September 1, 2026
Inflasi di Jabar Terkendali dan Neraca Perdagangan Surplus US$16,63 Miliar

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Code

  • September 1, 2026
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Code

Rayakan HUT ke-17, KAI Logistik Hadirkan Special Rate untuk Shipping Line

  • September 1, 2026
Rayakan HUT ke-17, KAI Logistik Hadirkan Special Rate untuk Shipping Line