Telusuri Jejak Penyelam TNI AL, Dosen Sejarah UGM Raih Brevet Kehormatan

SELAMA masa Perang Kemerdekaan, Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) lebih banyak bertempur di palagan darat. ALRI yang kemudian disebut TNI AL baru dapat melanjutkan membangun kekuatan mereka di laut.

Namun tidak banyak yang mengungkap peran penyelam TNI AL dalam mempertahankan kemerdekaan hingga dalam era mengisi kemerdekaan dalam kegiatan penyelaman dan penyelamatan bawah air.

Sejarawan UGM Satrio Dwicahyo, M.Sc., M.A., bergabung dalam tim riset sejarah penyelam Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Laut (TNI-AL).

Tim riset ini dipimpin langsung oleh Komandan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Koppeba) Komando Armada Republik Indonesia, Laksamana Pertama TNI Liber Sihombing.

Satu-satunya akademisi

Bersama tim, Satrio turut berpartisipasi dalam upaya penelusuran berbagai sumber sejarah terkait penyelam TNI-AL yang tersimpan di berbagai tempat seperti Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta, Perpustakaan Universitas Leiden, dan Arsip Nasional Belanda di Den Haag.

Menariknya, Satrio adalah satu-satunya akademisi di dalam tim ini. Menurut Satrio, penelitian mengenai sejarah penyelam TNI-AL memiliki tantangan tersendiri.

Namun, kerja sama di dalam tim sangat konstruktif. Dikatakan Satrio, dalam praktiknya, menulis sejarah tak ubahnya pekerjaan penyelam, yakni menyelami sumber sejarah dan melakukan pengangkatan fakta-fakta untuk menciptakan narasi sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA  Banyak Riset Perguruan Tinggi tidak Bisa Diterapkan

Menurut dia, perlu ada penyegaran perspektif dalam sejarah militer Indonesia, yaitu perspektif yang lebih luas dari sorotan atas adegan pertempuran.

“Sejarah yang hanya fokus pada pertempuran relatif tidak dapat menangkap kompleksitas masa lalu, bahkan cenderung seperti film Hollywood. Pembaca sering disuguhkan narasi ketika kapal perang beraksi, tetapi tidak banyak yang tahu bahwa sejarah angkatan laut lebih luas daripada topik tersebut,” ujar Satrio, di kampus UGM Jumat (28/8).

Butuh verifikasi yang cermat

Dalam riset sejarah kali ini, kontribusi penyelam TNI-AL dapat dijadikan format ideal satuan militer di era modern di mana kemampuan penyelaman dan penyelamatan bawah air membuat mereka selalu relevan dalam konteks perang maupun damai.

Dikatakan dinamika organisasi dan perubahan nomenklatur satuan penyelam TNI-AL dari masa ke masa membuat proses penelusuran arsip menjadi lebih kompleks dan membutuhkan verifikasi yang cermat.

BACA JUGA  Kapal Induk Garibaldi Dipastikan Tiba di Tanah Air Tepat Waktu

Hasil riset ini dituangkan buku berjudul “Wicak Wirèng Warih: Penyelam TNI-AL dalam Arus Sejarah Selam Indonesia”, yang untuk sementara akan mengalami pengkajian lebih lanjut sebelum menjadi sebuah bacaan publik.

Dikatakan Satrio, narasi konsep buku ini mencakup sejarah penyelam TNI-AL yang turut membangun eksplorasi dunia bawah air di Indonesia dengan rentang waktu sejak tahun 1950-an hingga tahun 2025.

Adapun Frasa Wicak Wirèng Warih bermakna “bijaksana dan berani di air” dan merupakan motto para penyelam TNI-AL.

Anugerah brevet

Atas kontribusinya, Komandan Koppeba Koarmada RI, Laksamana Pertama TNI Liber Sihombing menganugerahkan Satrio berupa brevet kehormatan penyelam TNI-AL yang juga dikenal sebagai brevet “Wicak Wirèng Warih” atau brevet “Lumba-lumba Perkasa.”

Brevet ini adalah penghargaan yang amat sakral bagi penyelam TNI-AL. Brevet yang identik dengan lambang dua lumba-lumba saling berhadapan itu sejatinya hanya dapat diperoleh prajurit TNI-AL yang telah menempuh pendidikan penyelam militer selama tujuh bulan di Sekolah Selam TNI-AL Surabaya.

Adapun proses penyerahannya dilakukan oleh Wakil Komandan Koppeba Koarmada RI saat itu, Kolonel Laut (T) Kuswahyudi, S.A.P.,M.Si. di Markas Koppeba Koarmada RI, Jakarta.

BACA JUGA  Presiden Jokowi dan AHY Terima Brevet Kehormatan Hiu Kencana TNI AL

Merasa terhormat

Mengikuti rangkaian perayaan secara daring dari Belanda, tempat ia sedang menjalani studi doktoral di Universitas Leiden, Satrio mengaku sangat terhormat menerima penghargaan tersebut.

“Saya memahami betapa berharganya sebuah brevet bagi seorang prajurit. Saya menerima penghargaan ini dengan segala kerendahan hati,” kata Satrio.

Sebagai peneliti sejarah, Satrio mengaku penghargaan terbesar bagi saya adalah dapat turut menyusun literatur sejarah dengan target pembaca kalangan profesional, seperti rekan-rekan penyelam TNI-AL.

Sekedar informasi, bertepatan dengan acara tasyakuran peringatan hari jadi Penyelam TNI-AL ke-74 yang dilaksanakan pada 26 Agustus 2026 lalu, naskah buku tersebut diserahkan kepada Panglima Komando Armada Republik Indonesia, Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M. (AGT/M-01)

Related Posts

Sri Sultan Dorong Pemanfaatan CSR untuk Perlindungan Pekerja

GUBERNUR DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi pekerja, termasuk pekerja informal yang berada di…

Mahasiswa UGM Kembangkan Pendeteksi Penyakit Cabai

PETANI cabai selalu dihadapkan pada ancaman gagal panen yang disebabkan oleh virus yang menyerang tanaman dewasa. Salah satunya adalah virus kuning atau Pepper Yellow Leaf Curl Indonesian Virus (PYLCIV). Virus…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kolagen Kulit Kambing dan Domba Berpotensi Jadi Antioksidan dan Penurun Tensi

  • August 29, 2026
Kolagen Kulit Kambing dan Domba Berpotensi Jadi Antioksidan dan Penurun Tensi

25 Kelas Digelar di Ajang Otomotif Pertamax Turbo Drag Fest 2026

  • August 29, 2026
25 Kelas Digelar di Ajang Otomotif Pertamax Turbo Drag Fest 2026

Tim SAR Berhasil Evakuasi Dua Korban Terjepit Kabin Truk di Jalan Magelang

  • August 29, 2026
Tim SAR Berhasil Evakuasi Dua Korban Terjepit Kabin Truk di Jalan Magelang

Sri Sultan Dorong Pemanfaatan CSR untuk Perlindungan Pekerja

  • August 28, 2026
Sri Sultan Dorong Pemanfaatan CSR untuk Perlindungan Pekerja

Mahasiswa UGM Kembangkan Pendeteksi Penyakit Cabai

  • August 28, 2026
Mahasiswa UGM Kembangkan Pendeteksi Penyakit Cabai

Budi Arie Tegaskan Statemennya Soal Percepatan Pemilu Analisa Pribadi

  • August 28, 2026
Budi Arie Tegaskan Statemennya Soal Percepatan Pemilu Analisa Pribadi