Awasi Kinerja ASN, Pemkot Tasikmalaya Kembangkan Aplikasi Si Kece Badai

APARATUR Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat sejatinya  memegang peran sentral sebagai penggerak utama pelayanan kesehatan kepada masyarakat, baik dalam fungsi manajerial di tingkat dinas maupun fungsi teknis di fasilitas pelayanan kesehatan.

Itu sebabnya kualitas pelayanan publik pada bidang kesehatan sangat ditentukan oleh sikap, perilaku kerja ASN.

Sayangnya, hasil survei internal kepuasan masyarakat dan evaluasi kinerja pegawai di lingkungan Dinkes masih menunjukkan sejumlah tantangan di tingkat kedisiplinan dan ketepatan waktu pelayanan antarunit kerja.

Hal diungkapkan Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih. Selain itu, lanjut dia, hasil survei juga menunjukan belum optimalnya keramahan, lemahnya empati petugas dalam berinteraksi dengan masyarakat.

BACA JUGA  Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Induk Cikurubuk

Bisa turunkan kepercayaan masyarakat

Lalu masih ditemukan keterlambatan pelaporan, pertanggung jawaban kinerja telat, kurangnya integritas dalam pengelolaan program dan anggaran kesehatan.

“Apabila kondisi tidak segera diintervensi dapat berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan menghambat capaian indikator kinerja reformasi birokrasi, melemahkan budaya kerja organisasi secara jangka panjang. Guna menjawab tantangan itu kami mengembangkan inovasi sikap kerja cerdas, bageur, akuntabel dan berintegritas (Si kece badai),” ujar Suryaningsih, Jumat (31/7/2026).

Menurut Suryaningsih, inovasi Si Kece Badai merupakan gerakan penguatan budaya kerja ASN mengintegrasikan empat nilai utama, cerdas dalam berpikir, bekerja secara efektif, inovatif, bageur baik hati, santun, humanis khas budaya sunda.

Selain itu juga siap melayani, akuntabel dalam pengelolaan tugas dan sumber daya, berintegritas bersikap jujur konsisten diterjemahkan ke dalam sistem penilaian perilaku kerja, pembiasaan harian, apresiasi, pembinaan berkelanjutan bagi pegawai di lingkungan Dinkes.

BACA JUGA  Rayakan Ramadan, BUMN Beri Santunan untuk Anak Yatim di Tasikmalaya

“Si kece badai lahir dari kebutuhan untuk menerjemahkan nilai besar core values ASN BerAKHLAK ke dalam bahasa dan kebiasaan kerja yang membumi, mudah diingat,.dekat dengan kearifan lokal Kota Tasikmalaya. Namun, empat kata kuncinya cerdas, bageur, akuntabel, berintegritas mencerminkan karakter kerja dibutuhkan pegawai dari tenaga struktural, teknis di puskesmas, fasilitas kesehatan,” katanya.

Satu arah

Menurutnya, program pembinaan pegawai konvensional pada umumnya bersifat satu arah (sosialisasi dan evaluasi tahunan), si kece badai sebagai sistem penguatan sikap kerja berkelanjutan, partisipatif dan berbasis penghargaan.

Karena, inovasi si kece badai berpotensi direplikasi perangkat daerah lain mengangkat isu penguatan sikap kerja aparatur, kearifan lokal dapat disesuaikan dengan nilai budaya masing-masing daerah.

BACA JUGA  Tasikmalaya Gelar Putaran Final Pertamax Turbo Drag Fest 2024

“Inovasi si kece badai ditetapkan sebagai kebijakan permanen melalui Keputusan Kepala Dinkes Kota Tasikmalaya dan memiliki strategi manajerial bagi pegawai, unit kerja teladan, integrasi hasil penilaian, penyusunan pedoman teknis yang diperbarui secara berkala.”

“Dari sisi gagasan sederhana dan implementatif mencakup penilaian, pembiasaan harian, dan sistem apresiasi dari sisi manajerial,” pungkasnya. (Yy/M-01)

Related Posts

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

GELARAN Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang,  Jawa Tengah  tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mesin penggerak ekonomi. Melalui Pameran Serambi Nusantara yang diikuti…

Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

AKIBAT masih maraknya kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kota Bandung memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan keamanan pangan. Wali Kota Bandung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

  • September 14, 2026
Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

  • September 14, 2026
Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

  • September 14, 2026
Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru

  • September 14, 2026
Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru