
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, terus mendorong badan usaha milik daerah (BUMD) agar berinovasi. Terutama untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah berbagai kebijakan anggaran saat ini.
Salah satunya Perumda Air Minum Tirta Mukti. BUMD yang melayani penyediaan air bersih itu kini telah memiliki produk air minum dalam kemasan (AMDK).
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengaku bangga Kabupaten Cianjur memiliki produk AMDK lokal yang bersumber dari mata air abadi di Cirumput Kecamatan Cugenang. Wahyu pun menaruh harapan produk AMDK itu bisa berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Ini tentu sebuah terobosan. Selain melayani kebutuhan air bersih masyarakat, Perumdam Tirta Mukti juga sekarang punya bisnis lain berupa produk AMDK asli lokal,” kata Wahyu seusai peluncuran AMDK Tirta Mukti, Jumat (24/7/2026) malam.
Bisa bersaing dan merebut pasar
Hadirnya produk lokal AMDK Tirta Mukti turut meramaikan pasar air minum dalam kemasan. Tapi Wahyu meyakini, sebagai produk lokal, AMDK Tirta Mukti bisa kompetitif merebut pasar dan konsumen, khususnya di Kabupaten Cianjur.
“Insya Allah, ini tentu akan berkontribusi terhadap PAD,” ucapnya.
Namun Wahyu mengingatkan agar Perumdam Tirta Mukti bisa menjaga lingkungan di sekitar sumber-sumber air. Apalagi Kabupaten Cianjur dianugerahi mata air Cirumput yang notabene merupakan sumber kehidupan. “Kita jaga alamnya, kita jaga lingkungannya,” pungkasnya.
Dipersiapkan lama
Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Syamsul Hadi, menambahkan rencana pengelolaan AMDK sebetulnya sudah dipersiapkan cukup lama. Hanya, baru bisa terealisasi pada tahun ini.
“Sepengetahuan saya, sejak 2015 bangunan gedung untuk pengelolaan AMDK itu sudah ada. Kami kemudian mengurusi semua perizinannya. Alhamdulillah, hari ini sudah bisa kita luncurkan. Semuanya sudah legal karena melalui berbagai proses perizinan dan kajian,” kata Syamsul.
AMDK Tirta Mukti menawarkan tiga varian produk. Namun, hingga saat ini baru dua produk yang mendapatkan izin yakni kemasan botol 330 mililiter dan 600 mililiter.
“Untuk yang kemasan cup (gelas), perizinannya sedang berproses. Insya Allah, ini bisa jadi salah satu sumber pendapatan bagi pemerintah daerah,” pungkas Syamsul.
Pada momen tersebut, Perumdam Tirta Mukti sekaligus juga memberikan santunan kepada 150 anak yatim asuhan Yayasan Tirta Mukti. (Shanum/M-01)






