80% APBN dari Pajak, Pemerintah Harus Perbaiki Tata Kelola Informasi Akuntansi

DALAM lima tahun terakhir lebih dari 80% pendapatan negara pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bersumber dari perpajakan. Pajak menghubungkan kewajiban warga negara dengan tanggung jawab negara dalam transparansi tata kelolanya.

Perpajakan bukan sekedar target penerimaan melainkan persoalan tata kelola. Dalam tata kelola pajak, akuntansi digunakan sebagai infrastruktur informasi dan akuntabilitas.

Akuntansi merupakan fondasi tata kelola modern yang menyediakan data membuat aktivitas ekonomi terlihat, terukur, dan dapat diuji. Sistem akuntansi yang baik memungkinkan terciptanya transparansi akuntabilitas, pengawasan publik yang efektif, dan penggunaan sumber daya serta pengeluaran publik.

Laporan keuangan yang kredibel, wajib pajak, otoritas pajak, maupun pemerintah akan meningkatkan kepercayaan dan kekuatan. Dalam tata kelola wajib pajak, perusahaan harus mampu mengelola data dan mengintegrasikannya.

Manajemen pajak

Sistem perpajakan modern bergantung pada informasi yang andal sehingga otoritas pajak akan mudah menilai kewajaran transaksi keuangan dan kemampuan ekonomi. Dalam praktiknya, informasi akuntansi dapat digunakan untuk kepatuhan wajib pajak dan juga dimanfaatkan secara strategis untuk manajemen pajak.

BACA JUGA  Wabup Mimik Idayana Klaim Sukses Lobi APBN untuk Bangun Infrastruktur

Akuntansi memfasilitasi wajib pajak untuk melakukan tax planning. Dalam fenomena global, adanya pergeseran laba dari satu negara ke negara lain akan memicu perilaku perusahaan untuk menggeser laba. Upaya penghematan pajak yang agresif dapat berubah menjadi risiko pasar, reputasi, dan hukum. Efisiensi pajak harus ditempatkan dalam kerangka tata kelola yang baik, risiko yang terukur dan bersifat legal.

Untuk mewujudkan kepatuhan pajak, perlu kombinasi sistem, pengawasan, dan etika profesional. Selain itu, Kualitas tata kelola juga dipengaruhi oleh norma sosial, independensi, dan integritas. Kualitas dan integritas harus dimiliki dewan komisaris, komite dewan komisaris, audit independen, dan konsultan pajak.

Bergantung input

Pada 2025, otoritas pajak indonesia berada dalam masa transformasi dari tradisional menjadi modern dengan menerapkan sistem Coretax untuk mengintegrasikan proses bisnis perpajakan dalam platform digital.

BACA JUGA  Direktur CV IM Kemplang Pajak Rp529,7 Juta

Keberhasilan sistem coretax juga sangat tergantung dengan inputnya seperti data akuntansi yang disediakan oleh perusahaan. Akuntansi dapat memperkuat kapasitas otoritas pajak untuk melihat risiko yang tersembunyi karena adanya asimetri informasi wajib pajak dengan otoritas pajak.

Namun, informasi akuntansi yang andal dengan terintegrasinya data akan memberikan solusi bagi otoritas pajak untuk melakukan pengawasan berbasis risiko. Dengan demikian, otoritas pajak dapat membangun profil risiko wajib pajak, mendeteksi anomali transaksi dan penghindaran pajak, menentukan prioritas pemeriksaan, dan mengurangi ruang manipulasi laba.

Akuntansi memiliki peran penting dalam tata kelola pengeluaran publik. Legitimasi pajak ditentukan oleh penggunaan pajak melalui program pengeluaran publik yang harus bermanfaat bagi masyarakat agar meningkatkan kepercayaan masyarakat.

BACA JUGA  Pemerintah Kabupaten Cianjur Bebaskan Denda PBB-P2

Deteksi risiko

Akuntansi sektor publik menghasilkan penggunaan dana pajak yang terlihat, terukur, dapat dievaluasi serta dipertanggungjawabkan. Dana publik yang lebih besar membutuhkan sistem akuntansi, audit, dan pengawasan yang lebih kuat.

Oleh karena itu, akuntansi sektor publik harus mampu mendeteksi risiko, mencegah penyimpangan, dan menyediakan informasi untuk keputusan publik agar mengurasi risiko terjadinya korupsi.

Masa depan tata kelola perpajakan dan keuangan publik bergantung pada sistem akuntansi yang transparan, terintegrasi, berbasis teknologi, dan berlandaskan integritas. (AGT/N-01)

Oleh:

Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Eko Suwardi, M.Sc.,

Dimitry Ramadan

Related Posts

Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

MENTERI Keuangan Suahasil Nazara berkomitmen menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Suahasil dalam konferensi pers di kantor Kementerian…

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

GELARAN Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang,  Jawa Tengah  tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mesin penggerak ekonomi. Melalui Pameran Serambi Nusantara yang diikuti…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

  • September 15, 2026
Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

  • September 15, 2026
TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

  • September 15, 2026
Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

  • September 15, 2026
Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari