
INDONESIA patut berbangga. Pasalnya Indonesia kini memimpin dalam upaya penurunan emisi karbon melalui penerapan mandatori biodiesel B50. Tidak mengherankan jika sorotan dunia kini mengarah ke negara ini
Hal tersebut diungkapkan Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan program mandatory B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis.
“Kita leading dalam mengurangi emisi karbon. Tokoh-tokoh dunia membicarakan Indonesia. Kok berhasil?” kata Prabowo dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden.
Presiden mengaku sempat terkejut mendapati sejumlah media dan pengamat internasional membahas keberhasilan Indonesia menjalankan kebijakan energi tanpa menimbulkan gejolak harga bagi masyarakat kecil. Presiden menyebut program ini sebagai bukti awal kontribusi Indonesia terhadap penurunan emisi gas rumah kaca secara global.
Turunkan emisi gas rumah kaca
Menurut Kementerian ESDM, implementasi B50 diperkirakan akan menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO2 ekuivalen. Jumlah itu meningkat dari capaian penghematan devisa dan penurunan emisi program B40 pada 2025.
Dengan peluncuran mandatori B50, Indonesia tercatat sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan kewajiban pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam bahan bakar solar, melanjutkan rangkaian program biodiesel B30, B35, dan B40 yang telah berjalan sejak lebih dari satu dekade terakhir.
Selain menurunkan emisi karbon, mandatori B50 juga diproyeksikan menghemat devisa negara hingga sekitar Rp170 triliun pada 2026, meningkatkan nilai tambah CPO serta menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja.
Harus untungkan petani
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa petani harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari kebijakan Biodiesel B50. Menurut dia, keberhasilan program B50 menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus memperbesar nilai tambah industri kelapa sawit.
‘Inilah upaya kita semuanya. Jadi hari ini tonggak bersejarah. Petani kita juga akan terus meningkatkan penghasilannya. Kita akan berhasil bila petani-petani kita hidupnya lebih baik,” kata Prabowo.
“Saya juga dapat laporan dari berbagai provinsi bahwa petani-petani kita sekarang meningkat pembelian motor, pembelian mobil meningkat puluhan persen,” kata Prabowo.
Upaya berkelanjutan
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa upaya memperkuat ketahanan energi nasional merupakan hasil kerja bersama yang telah dibangun secara berkelanjutan oleh pemerintahan sebelumnya.
Presiden Prabowo menyebut gagasan tersebut telah dicanangkan sejak 2008 pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kemudian dilanjutkan pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan kini diteruskan pada pemerintahannya hingga berhasil mencapai mandatori B50.
“Bayangkan dari 2008 ya, itu pemerintah SBY. Dilanjutkan selama pemerintah Jokowi. Di ujungnya saya teruskan. Ibarat ini adalah estafet,” kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari kementerian, lembaga, hingga para pemangku kepentingan di sektor energi dan kelapa sawit. (*/N-01)







