
DALAM rangka memperingati momentum Muharram yang bertepatan dengan Tahun Baru Hijriah, Laznas Lembaga Manajemen Infaq (LMI) menggelar kegiatan edukasi lingkungan yang inovatif, Minggu (28/6).
LMI membawa sekitar 30 anak yatim dhuafa binaan untuk belajar langsung mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah di Kampung Edukasi Sampah, Sekardangan, Sidoarjo.
Marketing & Partnership Director Laznas LMI, Ozi Riyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Berani Bertumbuh”.
Melalui tema tersebut, pihak LMI ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada anak-anak yatim agar tidak hanya mendapatkan materi secara teori seperti di sekolah, melainkan juga praktik langsung di lapangan.
”Kami membawa kurang lebih 30 anak yatim dhuafa. Harapannya, mereka bisa mendapatkan praktik dan pengalamannya secara langsung. Nanti ilmu ini bisa mereka terapkan dan deliver tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah maupun di komunitas lingkungan mereka sendiri,” ujar Ozi.
Jaga kelestarian lingkungan

Ozi juga menambahkan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap fenomena sosial terkait masalah sampah, di mana masih banyak masyarakat yang kurang peduli dan membuang sampah sembarangan.
Melalui edukasi sejak dini ini, anak-anak diharapkan mampu mengeksekusi langsung ilmu yang didapat demi menjaga kelestarian lingkungan.
Di sisi lain, inisiator Kampung Edukasi Sampah Sekardangan, Edi Priyanto, menyambut positif kehadiran anak-anak binaan LMI tersebut. Edi mengungkapkan bahwa jika pada hari-hari biasa tempat edukasi ini didominasi oleh kunjungan dari lembaga sekolah formal, momentum kali ini terasa spesial karena bertepatan dengan bulan Muharram.
”Ini kegiatan bersamaan dengan Tahun Baru Islam. Kami mengajak adik-adik dari yatim dhuafa binaan LMI untuk datang ke sini, diedukasi tentang bagaimana memilah dan mengolah sampah,” kata Edi.
Interaktif

Edi memaparkan bahwa rangkaian acara dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar anak-anak tidak bosan.
“Tadi ada edukasi, ada permainan (game), dan nanti juga ada kegiatan santunan. Jadi mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga bermain dan praktik langsung di sini. Semoga bermanfaat saat mereka pulang ke rumah masing-masing,” pungkasnya. (OTW/M-01)








