
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mereka kini berada pada tahap paling dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat. Meski begitu dia meminta media untuk tidak berspekulasi mengenai isi kesepakatan tersebut selama proses finalisasi masih berlangsung.
“Nota Kesepahaman Islamabad kini berada pada tahap yang paling dekat untuk disepakati,” kata Araghchi dikutip dari akun media sosialnya.
“Sesuai pendekatan kami, seluruh rinciannya akan diumumkan kepada publik pada waktunya,” lanjutnya.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ketentuan kesepakatan yang dipublikasikan oleh media Iran tidak mencerminkan isi dokumen yang telah disepakati kedua pihak.
“Berbagai ketentuan yang dibocorkan Iran kepada media adalah berita palsu dan sama sekali tidak berkaitan dengan ketentuan yang telah disepakati secara tertulis,” ujar Trump di platform media sosialnya.
Dana Iran yang dibekukan
Wakil Presiden AS J.D. Vance juga membantah klaim bahwa dana Iran yang dibekukan akan dicairkan hanya karena Iran-AS menandatangani nota kesepahaman.
“Saya melihat banyak informasi palsu mengenai kemungkinan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri program senjata nuklir Iran,” kata Vance.
“Pertama, pihak Iran tidak akan menerima uang tunai apa pun dan tidak ada dana yang akan dicairkan hanya karena menandatangani kesepakatan atau menghadiri pertemuan,” katanya.
Sebelumnya, media Iran, Mehr melaporkan dengan mengutip draf nota kesepahaman mengenai penyelesaian konflik.
Syarat dari Iran
Menurut laporan tersebut, Iran tidak akan memulai perundingan terkait program nuklirnya hingga AS memenuhi sejumlah syarat.
Syarat itu antara lain membebaskan setengah dari dana Iran yang dibekukan senilai sekitar 12 miliar dolar AS (sekitar Rp213,4 triliun), menangguhkan sanksi minyak dan mencabut blokade laut. (*/N-01)







