
UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, resmi meluncurkan Program Studi Magister Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) pada Selasa.
Program itu menjadi Program Studi Magister Matematika pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sekaligus menghadirkan konsentrasi Matematika Ekonomi Syariah yang pertama di Indonesia.
Kehadirannya diharapkan mampu melahirkan pakar matematika yang tidak hanya unggul dalam pemodelan dan analisis kuantitatif, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat berbasis data.
Peluncuran Program Studi Magister Matematika dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema “Kontribusi Matematika dalam Mewujudkan Ekosistem Ekonomi Syariah Berkelanjutan” yang diikuti sekitar 150 peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, serta praktisi.
Fondasi berbagai disiplin ilmu
Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Norhaidi Hasan bahwa matematika merupakan fondasi utama bagi perkembangan berbagai disiplin ilmu, mulai dari fisika, biologi, kimia, psikologi hingga ekonomi.
Karena itu, pengembangan pendidikan matematika hingga jenjang magister menjadi langkah strategis untuk melahirkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Matematika adalah queen of science. Dari matematikalah berkembang berbagai disiplin ilmu lain sehingga Program Studi Magister Matematika diharapkan melahirkan lulusan yang tidak hanya ahli dalam bidangnya, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan khususnya pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” ujar Rektor.
Perkuat kontribusi akademik
Menurutnya, pengembangan Program Studi Magister Matematika merupakan bagian dari upaya UIN Sunan Kalijaga memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi matematika tingkat lanjut, berbagai persoalan ekonomi dapat dianalisis dan diselesaikan melalui pendekatan ilmiah yang lebih terukur.
Tiga distingsi utama
Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Prof. Khurul Wardati menjelaskan bahwa Program Studi Magister Matematika hadir dengan tiga distingsi utama. Pertama, Islamic Scientific Computing, yakni pengembangan komputasi dan pemodelan matematika yang berlandaskan prinsip-prinsip keilmuan Islam.
Kedua, Syariah Data-Based Risk Management yang memanfaatkan statistika dan sains data untuk analisis risiko berbasis prinsip syariah. Ketiga, Quantitative Ethics, yaitu pengembangan algoritma dan model matematika yang mengedepankan nilai keadilan, transparansi, serta menghindari unsur maisir dan gharar.
“Sebagai kampus yang mengembangkan paradigma integrasi-interkoneksi, kami menempatkan aspek etika sebagai fondasi dalam pengembangan algoritma dan model matematika. Inilah yang menjadi karakter utama konsentrasi Matematika Ekonomi Syariah yang kami kembangkan,” jelasnya.
Dekan FST juga menambahkan bahwa program ini akan memperkuat kolaborasi lintas disiplin dengan program magister lain di lingkungan FST, khususnya dalam pengembangan halal supply chain, sains data, keamanan data, dan kriptografi.
Dukung penguatan ekosistem
Menurutnya, pemodelan matematika memiliki peran penting dalam mendukung penguatan ekosistem halal melalui pendekatan kuantitatif yang lebih terukur dan berbasis data.
Rangkaian kegiatan juga diisi seminar nasional yang menghadirkan dua pakar di bidang ekonomi syariah dan matematika terapan.
Narasumber pertama, Priyonggo Suseno, Ph.D., Dosen Universitas Islam Indonesia sekaligus Wakil Ketua Umum Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, menyampaikan materi mengenai “Kontribusi Matematika dalam Mewujudkan Ekosistem Ekonomi Syariah Berkelanjutan”.
Ia memaparkan bagaimana matematika sangat penting dalam pemodelan ekonomi dalam konteks syariah, khususnya untuk memodelkan perilaku konsumen dalam batasan moral, margin halal versus haram, serta praktik keuangan yang berkelanjutan.
Dana haji berkelanjutan
Narasumber kedua, Dr. Danang Teguh Qoyyimi, Dosen Universitas Gadjah Mada sekaligus Ketua Bidang Kajian Statistika IndoMS Wilayah DIY dan Jawa Tengah, memaparkan materi berjudul “Keuangan Haji Kita: Ibadah, Matematika, Keberlanjutan, dan Ekosistem Keuangan Syariah.”
Dalam paparannya, Danang menunjukkan bagaimana pendekatan matematika, statistika, dan pemodelan kuantitatif memiliki peran penting dalam pengelolaan dana haji yang berkelanjutan serta penguatan ekosistem keuangan syariah nasional.
Diskusi seminar berlangsung interaktif dan dipandu oleh Dr. Mohammad Farhan Qudratullah, dosen Program Studi Matematika UIN Sunan Kalijaga. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mengulas keterkaitan matematika dengan industri halal, keuangan syariah, pengelolaan risiko, hingga pengembangan teknologi berbasis etika.
Melalui peluncuran Program Studi Magister Matematika ini, UIN Sunan Kalijaga berharap dapat memperkuat posisi sebagai pusat pengembangan keilmuan matematika yang unggul dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah dan pembangunan nasional melalui pendekatan sains yang integratif dan transformatif. (AGT/M-01)






