Umbul Ponggok Inspirasi Karya Batik Tulis Bernuansa Kearifan Lokal

KEKAYAAN wisata air yang dimiliki Kabupaten Klaten tidak hanya menjadi daya tarik sektor pariwisata, tetapi juga menginspirasi lahirnya karya seni kriya yang inovatif.

Adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Kriya, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nuri Fitriana, yang penciptaan karya batik tulis terinspirasi objek wisata air di Klaten, Umbul Ponggok.

Ia kemudian menggoreskan keindahannya bertajuk ‘Wisata Umbul Ponggok Klaten sebagai Ide Penciptaan Kriya Batik Bahan Sandang Busana Wanita sebagai Representasi Kearifan Lokal’.

Ia mengangkat pesona dan karakter khas wisata Umbul Ponggok sebagai sumber inspirasi penciptaan motif batik tulis yang diaplikasikan pada bahan sandang dan busana wanita.

Wisata bawah air

mahasiswa Program Studi Pendidikan Kriya, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nuri Fitriana. (Dok.Ist)

Potensi wisata daerah yang selama ini dikenal melalui aktivitas wisata bawah air diterjemahkan ke dalam motif-motif batik yang memadukan nilai estetika, budaya, dan identitas lokal.

“Berbagai unsur visual khas Umbul Ponggok seperti ikan koi, gelembung air, bebatuan dasar, vegetasi air, hingga aktivitas penyelaman diolah menjadi ornamen batik yang merepresentasikan kearifan lokal Klaten” ujar Nuri, Senin (8/6/26).

BACA JUGA  UNY Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Program IUP

Umbul Ponggok dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Klaten yang terkenal dengan kejernihan airnya serta beragam aktivitas snorkeling dan fotografi bawah air.

Keberadaan berbagai jenis ikan air tawar, properti unik di dalam air, serta suasana ekosistem bawah air yang khas menjadi daya tarik utama wisata ini.

Sumber inspirasi

Kekayaan visual tersebut kemudian menjadi sumber inspirasi utama dalam proses penciptaan karya batik tulis Nuri.

Alumni SMKN 5 Yogyakarta ini menerapkan tahapan eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi dilakukan melalui observasi langsung ke Umbul Ponggok, studi pustaka, dan dokumentasi lapangan.

Selanjutnya, berbagai elemen visual yang ditemukan dikembangkan menjadi sketsa dan desain ornamen batik sebelum diwujudkan melalui teknik batik tulis pada kain mori primisima.

Proses tersebut meliputi pencantingan, pewarnaan, pelorodan, hingga tahap penyelesaian akhir.

Sembilan karya batik

Hasil penciptaan tersebut melahirkan sembilan karya batik tulis yang terdiri atas dua kemeja wanita, dua vest wanita, serta lima karya batik bahan sandang.

BACA JUGA  Dosen UNY Kembangkan Tepung Fermentasi dari Singkong

Kesembilan karya tersebut diberi nama Kemeja Batik Swarnatirta Ponggok, Kemeja Batik Amerta Ponggok, Vest Wanita Rona Umbul, Vest Wanita Laras Umbul, Batik Tirta Kencana Ponggok, Batik Lelana Tirta Ponggok, Batik Laras Ponggok, Batik Segara Ponggok Lestari, dan Batik Tirta Mina Ponggok.

Setiap karya menghadirkan interpretasi visual yang berbeda mengenai keindahan dan kehidupan bawah air Umbul Ponggok. Karya batik tulis bertema Umbul Ponggok tersebut merupakan Tugas Akhir Karya Seni (TAKS) di bawah bimbingan Dr. Wahyono, M.Sn.

Melalui sembilan karya yang dihasilkannya, Nuri berhasil menghadirkan representasi visual kekayaan wisata Umbul Ponggok ke dalam media busana wanita dan bahan sandang.

Karya tersebut menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Kriya FBSB UNY.

Kaya unsur visual

Dosen pembimbing, Wahyono menilai karya yang dihasilkan Nuri menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengolah potensi lokal menjadi karya kriya yang memiliki nilai artistik sekaligus edukatif.

BACA JUGA  ITS Juarai KRI, UNY Wakili Indonesia ke Vietnam

Menurutnya, Umbul Ponggok merupakan ikon wisata yang kaya akan unsur visual dan layak dikembangkan sebagai sumber inspirasi penciptaan batik.

“Karya ini menunjukkan bahwa potensi wisata lokal tidak hanya dapat dikembangkan dalam sektor pariwisata, tetapi juga dapat diangkat menjadi karya seni yang memiliki nilai budaya dan ekonomi. Nuri berhasil menerjemahkan kekayaan visual Umbul Ponggok ke dalam motif batik yang inovatif tanpa meninggalkan karakter dan identitas lokalnya,” ujar dosen Pendidikan Kriya FBSB UNY tersebut.

Lebih lanjut, Wahyono menambahkan bahwa pengembangan motif batik berbasis potensi daerah menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga keberlanjutan budaya sekaligus memperkuat industri kreatif berbasis kearifan lokal.

Melalui pendekatan tersebut, generasi muda diharapkan semakin terdorong untuk mengenal, mengembangkan, dan melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa. (AGT/M-01)

Related Posts

Potensi Ikan Gabus Menjadi Superfood

IKAN gabus atau yang oleh masyarakat Jawa dikenal sebagai Kutuk, dikenal memiliki kandunggan albumin serta protein lainnya. Kekayaan nutrisi pada ikan gabus berhasil menguatkan posisinya sebagai potensi superfood yang kaya…

27 Spesies Burung Terancam Punah Melintasi Indonesia

SEPANJANG 2026, sekurangnya 220 spesies burung migran dan vagrant melintasi dan singgah di Indonesia. Dari jumlah spesies tersebut tercatat 27 spesies di antaranya berstatus terancam punah. Hal itu menjadi peringatan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Said Iqbal Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Buruh

  • June 8, 2026

Umbul Ponggok Inspirasi Karya Batik Tulis Bernuansa Kearifan Lokal

  • June 8, 2026
Umbul Ponggok Inspirasi Karya Batik Tulis Bernuansa Kearifan Lokal

Shin Tae-yong Resmi Tukangi Persija Musim Depan

  • June 8, 2026
Shin Tae-yong Resmi Tukangi Persija Musim Depan

Pemkab Sleman Siap Gelar Konferensi Pendidikan Indonesia

  • June 8, 2026
Pemkab Sleman Siap Gelar Konferensi Pendidikan Indonesia

DJP Berkomitmen Dukung UMKM Naik Kelas

  • June 8, 2026
DJP Berkomitmen Dukung UMKM Naik Kelas

Pendaftaran SPMB di Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 Dibuka

  • June 8, 2026
Pendaftaran SPMB di Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 Dibuka