Lulusan UIN Sunan Kalijaga Diminta tidak Takut Perubahan

WAKIL Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Abdur Rozaki, S,Ag., M.Si., menegaskan para lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bukanlah generasi yang tumbuh untuk takut menghadapi perubahan.

Sebab selama menjadi mahasiswa, mereka ditempa bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan nilai, etika, dan spiritualitas yang menjadi fondasi dalam menghadapi dinamika zaman.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor pada Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026 melalui Sidang Senat Terbuka. Seremonial yang digelar pada Rabu (20/5/2026) di Gedung Multipurpose kampus setempat dan dibuka langsung oleh Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. Kamsi.

“Kita hidup di era yang bergerak sangat cepat. Dunia mengalami perubahan besar dalam bidang teknologi, ekonomi, sosial, hingga kebudayaan. Kompetisi semakin terbuka, tantangan kian kompleks, dan masa depan kerap menghadirkan ketidakpastian,” ujarnya.

590 wisudawan

Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Abdur Rozaki, S,Ag., M.Si. saat memberi sambutan dalam prosesi wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026 melalui Sidang Senat Terbuka. (Dok/Ist)

Wisuda kali ini diikuti 590 wisudawan dikukuhkan, terdiri atas 73 lulusan dari Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, 104 lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 262 lulusan Fakultas Syariah dan Hukum, 91 lulusan Fakultas Sains dan Teknologi, serta 60 lulusan Pascasarjana.

Momen itu terasa emosional ketika, Prof. Rozaki juga mengajak para wisudawan mengangkat topi toga sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua.

Menurutnya, keberhasilan akademik tidak pernah lahir dari perjuangan individu semata, melainkan tumbuh dari doa, pengorbanan, dan ketulusan orang tua yang tak pernah berhenti mengiringi perjalanan anak-anak mereka.

“Kalian patut berbangga karena tumbuh dari institusi yang memiliki sejarah yang panjang, reputasi akademik yang kuat, serta kontribusi yang besar dalam pembangunan islam moderat, ilmu pengetahuan, dan patriotisme kebangsaan,” ungkapnya.

BACA JUGA  Rektor UIN Ajak Wisudawan Jauhi Gadget untuk Rasakan Hidup

Perkuat reputasi

Di hadapan para wisudawan, Prof. Rozaki juga menegaskan bahwa para lulusan hari ini tumbuh dari institusi yang terus bergerak memperkuat reputasi akademiknya, baik di tingkat nasional maupun global.

Salah satu capaian yang disoroti ialah keberhasilan UIN Sunan Kalijaga menempati peringkat ke-37 dunia bidang Religious Studies versi QS World University Rankings serta posisi ke-7 dunia bidang yang sama versi SCImago Institutions Rankings.

“UIN Sunan Kalijaga juga baru saja mendapat izin dari Kemendektisaintek untuk membuka Prodi Kedokteran dan profesi kedokteran, ini memperluas mandatori UIN Sunan Kalijaga untuk memberikan akses kepada anak bangsa terbaik untuk menempa pendidikan, meraih ilmu pengetahuan, dan pengabdian masyarakat,” tegasnya.

Menurut dia hal tersebut bukan sekadar kebanggaan institusi, tetapi juga energi moral bagi para lulusan untuk percaya diri menghadapi masa depan. Sebab mereka berasal dari “rumah besar intelektual” yang memiliki tradisi keilmuan, keterbukaan, pembaruan pemikiran, dan semangat inovasi yang terus berkembang.

Fase baru

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh wisudawan melangkah menuju fase baru kehidupan dengan optimisme dan keberanian untuk terus belajar dan bekerja keras.

“Selamat menempuh babak baru kehidupan, teruslah tumbuh, teruslah menginspirasi, dan teruslah membawa nama baik almamater tercinta UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,” kata Rozaki.

Sementara itu, Hanifah Afnan Hadi dalam pidatonya mewakili wisudawan, menyampaikan kebanggaannya dapat belajar dan bertumbuh di salah satu PTKIN terbaik di Indonesia. Baginya, pengalaman belajar di UIN Sunan Kalijaga tidak hanya memberikan ruang pengembangan akademik, tetapi juga membentuk cara pandang, ketahanan diri, dan nilai-nilai kehidupan.

BACA JUGA  Paboras Komit Siapkan Generasi Emas Lewat Pendidikan Rohani

Refleksi para lulusan

Menutup pidatonya, ia mengutip pemikiran tokoh nasional Sutan Sjahrir bahwa “Hidup yang tidak pernah dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan.”

Kutipan itu, menurutnya, menjadi refleksi bagi para lulusan untuk berani melangkah menghadapi masa depan yang penuh tantangan dan ketidakpastian.

“Karena pada akhirnya masa depan tidak hanya diberikan bagi mereka yang menunggu, tetapi bagi mereka yang senantiasa melangkah, berjuang, meski langkah tidak selalu mudah,” katanya.

Wisudawan terbaik

Hanifah adalah salah satu Wisudawan Terbaik Tercepat dari Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya dengan IPK 3,90. Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 77.2 Tahun 2026 tertanggal 20 Mei 2026. Predikat tersebut juga diraih Ardha Carlinda Putri dari Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi dengan masa studi 3 tahun 5 bulan 10 hari dan IPK 3,84.

Sementara dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, predikat wisudawan terbaik tercepat diraih Nuha Banin Darajatin Aliyah dari Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial dengan masa studi 3 tahun 4 bulan 19 hari dan IPK 3,94. Adapun dari Fakultas Syariah dan Hukum, penghargaan diberikan kepada Lukman Khakim dari Program Studi Ilmu Hukum dengan masa studi 3 tahun 4 bulan 7 hari dan IPK 3,96.

Pada jenjang magister, capaian serupa diraih Muhammad Rahul Mulyanto dari Program Studi Magister Interdisciplinary Islamic Studies Pascasarjana dengan masa studi 1 tahun 11 bulan 6 hari dan IPK 3,88.

BACA JUGA  Kekerasan terhadap Perempuan Belum Usai

Dari Fakultas Sains dan Teknologi, diraih oleh Novia Intan Maharani dari Program Studi Magister Teknik Industri dengan masa studi 1 tahun 11 bulan 5 hari dan IPK 3,89. Sementara Kumalasari dari Program Studi Magister Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Ilmu Budaya berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 1 tahun 10 bulan 8 hari dengan IPK 3,89.

Para wisudawan

Capaian serupa diraih Rajabbul Amin dari Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang menuntaskan studi hanya dalam waktu 1 tahun 6 bulan 3 hari dengan IPK 3,96.

Adapun Queen Adila dari Program Studi Magister Ilmu Syariah Fakultas Syariah dan Hukum mencatat IPK tertinggi di antara wisudawan tercepat jenjang magister, yakni 3,98, dengan masa studi 1 tahun 11 bulan 6 hari.

Sementara pada jenjang doktoral, penghargaan diberikan kepada Mohammad Farhan Qudratullah dari Program Studi Studi Islam Pascasarjana dengan masa studi 3 tahun 4 bulan 20 hari dan IPK 3,90. Dari Fakultas Syariah dan Hukum, Aminuddin dari Program Studi Doktor Ilmu Syariah berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 2 tahun 11 bulan 23 hari dengan IPK 3,94. (AGT/M-01)

 

Related Posts

SPMB SMA SMK di Sekolah Maung 2026 Siap Digelar

SISTEM Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Jawa Barat 2026 mulai diselenggarakan pada Senin (18/5/2026), termasuk di Sekolah Manusia Unggul (Maung). Siswa akan menerima akun pendaftaran pada 18-22 Mei.…

UGM belum Berencana Ubah Prodi Teknik Jadi Rekayasa

KEMENTERIAN Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menetapkan istilah rekayasa sebagai padanan resmi untuk nomenklatur baru bagi Program Studi Teknik. Kebijakan itu tertuang dalam surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemprov Jabar Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Cukup

  • May 20, 2026
Pemprov Jabar Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Cukup

SPMB SMA SMK di Sekolah Maung 2026 Siap Digelar

  • May 20, 2026
SPMB SMA SMK di Sekolah Maung 2026 Siap Digelar

Bobotoh Diminta Jaga Suasana Kondusif dan tidak Nyalakan Flare

  • May 20, 2026
Bobotoh Diminta Jaga Suasana Kondusif dan tidak Nyalakan Flare

Lulusan UIN Sunan Kalijaga Diminta tidak Takut Perubahan

  • May 20, 2026
Lulusan UIN Sunan Kalijaga Diminta tidak Takut Perubahan

Garebeg Besar Kraton Yogyakarta Dipastikan tanpa Iring-iringan Prajurit

  • May 20, 2026
Garebeg Besar Kraton Yogyakarta Dipastikan tanpa Iring-iringan Prajurit

Marak Penipuan, Waka BGN Jelaskan Tata Cara Hadirkan Lokasi SPPG

  • May 20, 2026
Marak Penipuan, Waka BGN Jelaskan Tata Cara Hadirkan Lokasi  SPPG