
INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) menandatangani kerja sama strategis dengan Southwest Jiaotong University (SWJTU) Tiongkok, dalam ‘Signing Ceremony for the Overseas Tianyou Railway Institutes’ di Chengdu, Tiongkok, pada Jumat (15/5) lalu.
Kegiatan itu dirintis oleh Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB.
Penandatanganan yang dilakukan Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara
dan President SWJTU, Prof. Dr. Yan Xuedong yang menandai pembentukan Tianyou – Djuanda Excellent Engineers College, antara SWJTU dan ITB sebagai upaya memperkuat kolaborasi pendidikan, riset dan pengembangan talenta di bidang rekayasa transportasi dan perkeretaapian.
“Implementasi pertama dari perjanjian kerja sama ini adalah penyelenggaraan Program Double Degree Master dalam bidang Kereta Api yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik, riset, dan pengembangan sumber daya manusia di sektor transportasi rel,” ungkap rektor.
Hubungan akademik
Tata menjelaskan, nama Tianyou – Djuanda sendiri diambil dari dua tokoh besar di bidang teknik dan transportasi dari Tiongkok dan Indonesia. Zhan Tianyou dikenal sebagai “Father of China’s Railroad”, pelopor pembangunan jalur kereta api modern pertama di Tiongkok yang dibangun tanpa bantuan asing.
“Sedangkan, Ir. Djuanda Kartawidjaja, alumnus Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini ITB) angkatan 1929 dan lulus tahun 1933, merupakan tokoh nasional yang berperan penting dalam pengambilalihan Jawatan Kereta Api Republik Indonesia pada awal kemerdekaan dan kemudian menjabat sebagai Menteri Perhubungan hingga Perdana Menteri Republik Indonesia,” jelasnya.
Kolaborasi ini lanjut Tata, merupakan kelanjutan dari hubungan akademik yang telah terjalin erat antara ITB dan SWJTU melalui berbagai program, termasuk China–Indonesia Joint Meeting on Science and Technology, pertukaran mahasiswa, riset bersama, hingga kunjungan akademik kedua institusi di Bandung dan Chengdu pada tahun sebelumnya.
Kehadiran Excellent Engineers College diharapkan menjadi wadah pengembangan insinyur masa depan yang memiliki kapasitas global, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan transportasi berkelanjutan.
“Sebagai salah satu universitas terkemuka di Tiongkok dalam bidang perkeretaapian dan transportasi, SWJTU memiliki sejarah panjang dalam pengembangan teknologi transportasi modern,” tuturnya.
Dorong inovasi teknologi
Tata menyebut melalui kerja sama ini, ITB memperkuat komitmennya sebagai perguruan tinggi unggul dan berdampak dengan memperluas jejaring internasional, mendorong inovasi teknologi, serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan ekosistem transportasi dan infrastruktur global.
Dari ITB hadir juga dalam acara tersebut Dekan FTMD, Prof. Dr. Ir. Hermawan Judawisastra, Wakil Dekan Akademik FTMD, Dr.Eng. Pandji Prawisudha serta Koordinator Program, Yunendar Aryo Handoko, S.T., Ph.D. (zahra/M-01)








