Stasiun Klimatologi DIY Prediksi El Nino Terjadi pada Mei – Juli

KEPALA Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas mengemukakan berdasar pengamatan gejalan fisis dan data dinamika atmosfer-laut terkini menunjukkan angin di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator, bertiup dari tenggara.

Hal itu mengindikasikan Monsoon Australia yang mulai aktif. Indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO), jelasnya dalam kondisi netral dan ENSO diprediksi akan beralih mulai  Mei-Juni-Juli pada fase El Nino level lemah-moderat.

“Dipole Mode Indeks (DMI) berada dalam kategori netral, diprediksi DMI Positif akan  terjadi pada bulan Mei 2026 hingga akhir tahun 2026 dan Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi aktif di wilayah Indonesia,” jelasnya.

Reni lebih lanjut mengemukakan analisis anomali suhu muka air laut di perairan selatan DIY antara -0.5°C s/d  0.5°C atau kategori netral dengan suhu berkisar antara 28°C hingga 30°C.

Prediksi hujan dasarian

Menurut Reni curah hujan dasarian (waktu 10 harian) II Mei 2026 diprediksi dalam kategori rendah – menengah yang berkisar antara 20 – 100 milimeter/dasarian dengan sifat hujan Atas Normal (AN).

BACA JUGA  30 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Siaga Darurat Kekeringan

Sedangkan curah hujan dasarian III Mei 2026 diprediksi dalam kategori rendah – menengah berkisar antara 20 – 100  milimeter/dasarian dengan sifat hujan Atas Normal (AN).

“Curah hujan dasarian I Juni 2026 diprediksi dalam kategori rendah berkisar antara 10 – 50  milimeter/dasarian dengan sifat hujan Bawah Normal (BN) – Atas Normal (AN),” ujarnya.

Menganalisis hal tersebut, lanjutnya dalam tiga bulan ke depan, curah hujan di wilayah DIY diprediksi curah hujan bulan Mei 2026 berkisar 21 – 100 milimeter/bulan (kriteria rendah) dengan sifat hujan bervariasi Bawah Normal (BN) – Atas Normal (AN).

Sementara curah hujan bulan Juni 2026 diprediksi berkisar 0 – 50 milimeter/bulan (kriteria rendah) dengan sifat hujan seluruhnya Bawah Normal (BN) dan curah hujan bulan Juli 2026 diprediksi berkisar 0 – 20 milimeter/bulan (kriteria rendah) dengan sifat hujan seluruhnya Bawah Normal (BN).

Prediksi Musim Kemarau 2026

Ia kemudian menyebutkan  awal musim kemarau 2026 diprediksi pada dasarian III April 2026 5 ZOM (62.5%) dan dasarian I Mei 2026 3 ZOM (37.5%).

BACA JUGA  Presiden: Kepala Daerah Maksimalkan Fungsi Pompa dan Waduk

Sifat hujan musim kemarau 2026 diprediksi Bawah Normal (BN) 7 ZOM (87.5%) dan Normal (N) 1 ZOM (12.5%).

“Puncak musim kemarau 2026 diprediksi pada bulan Agustus 2026 8 ZOM (100%),” ujarnya lagi.

Reni menambahkan durasi musim kemarau 2026 di DIY diprediksi bervariasi antara 16 – 18 dasarian sebanyak 1 ZOM (12.5%), 19 – 21 dasarian sebanyak 7 ZOM (87.5%).

Sedangkan Jumlah curah hujan musim kemarau 2026 diprediksi antara 250 – 400 milimeter dan akhir musim kemarau 2026 di DIY diprediksi pada dasarian II Oktober dan dasarian I November 2026.

Lebih siap dan antisipatif

Pada kesempatan tersebut, Stasiun Klimatologi DIY mengimbau agar masyarakat dan pemerintahan di daerah serta institusi lainnya lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih.

BACA JUGA  Kemenhut Perkuat Mitigasi Karhutla, Waspadai Potensi El Nino

“Hal ini berkaitan dengan prediksi munculnya fenomena El Nino intensitas lemah hingga moderat setelahpertengahan tahun 2026 dengan peluang 50 – 60% yang dapat menurunkan curah hujan, utamanya di wilayah DIY,” katanya.

Reni juga meminta untuk mewaspadai prediksi curah hujan selama musim kemarau 2026 di Bawah Normal (BN), yang artinya kondisi musim kemarau diprediksikan lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologisnya.

Tindakan antisipasi, jelasnya diperlukan terhadap kondisi iklim ekstrem saat musim kemarau dengan mempersiapkan pola tanam yang sesuai agar tidak mengalami gagal panen dan wilayah-wilayah yang rentan terhadap kekeringan meteorologis untuk mengambil langkah antisipasif melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien. (Agt/M-01)

Related Posts

Sempat Hilang Kontak di Gunung Puntang, Mahasiswa ITB Ditemukan Selamat

SEORANG Mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung, (ITB) Arief Wibisono, yang sebelumnya dikabarkan hilang kontak saat perjalanan turun dari Gunung Puntang pada Sabtu (9/5) telah ditemukan dalam keadaan…

Tim SAR masih Mencari Mahasiswa ITB yang Hilang di Gunung Puntang

SEORANG mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2024, Arief Wibisono, dikabarkan hilang kontak saat perjalanan turun dari Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung sejak Sabtu (9/5)…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sempat Hilang Kontak di Gunung Puntang, Mahasiswa ITB Ditemukan Selamat

  • May 11, 2026
Sempat Hilang Kontak di Gunung Puntang, Mahasiswa ITB Ditemukan Selamat

Stasiun Klimatologi DIY Prediksi El Nino Terjadi pada Mei – Juli

  • May 11, 2026
Stasiun Klimatologi DIY Prediksi El Nino Terjadi pada Mei – Juli

Tim SAR masih Mencari Mahasiswa ITB yang Hilang di Gunung Puntang

  • May 11, 2026
Tim SAR masih Mencari Mahasiswa ITB yang Hilang di Gunung Puntang

Benamkan Madrid di El Clasico, Barcelona Kunci Gelar La Liga

  • May 11, 2026
Benamkan Madrid di El Clasico, Barcelona Kunci Gelar La Liga

PSIM Bekuk Malut, Persijap Jauhi Zona Degradasi

  • May 10, 2026
PSIM Bekuk Malut, Persijap Jauhi Zona Degradasi

Menteri LH Apresiasi Pengelolaan Sampah di Pasar Caringin Bandung

  • May 10, 2026
Menteri LH Apresiasi Pengelolaan Sampah di Pasar Caringin Bandung