Ingatkan Ancaman Polio, FKKMK UGM Gelar Nobar Film ‘Langkah Akhir’ di Klaten

INDONESIA sejatinya pernah dinyatakan bebas polio pada 2014 silam. Namun pada 2023, kasus polio kembali muncul di sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Hal itu menjadi pengingat bahwa ancaman tersebut belum benar-benar hilang. Di tengah upaya menjaga status bebas polio, tantangan seperti rendahnya cakupan imunisasi masih membuka celah bagi munculnya kasus baru.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, dr. Anggit Budiarto, M.MR, pada acara pemutaran film dokumenter “Langkah Akhir: Sisa Bayang Polio di Indonesia” yang digelar di Pendopo Kabupaten Klaten, Rabu (6/5).

Kegiatan itu merupakan pemutaran ketiga, setelah sebelumnya diputar perdana di Gedung IFI Yogyakarta pada akhir 2025 silam dan pada April lalu di Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, wilayah tempat tinggal salah satu keluarga yang kisahnya diangkat dalam film.

Tidak bersifat sementara

Film yang diproduksi oleh proyek Synthesis and Translation of Research and Innovation in Polio Eradication (STRIPE) di bawah Pusat Kedokteran Tropis (PKT) UGM ini menghadirkan kisah Najwa, seorang anak yang mengalami kelumpuhan akibat polio, serta perjalanan hidup Mbak Aya, penyintas polio yang tumbuh menjadi atlet difabel berprestasi.

BACA JUGA  Polda Jateng Dirikan 168 Pos untuk Amankan Mudik Lebaran

Dua kisah lintas generasi ini menjadi pengingat bahwa dampak polio tidak bersifat sementara, melainkan dapat berlangsung seumur hidup.

“Penularan masih bisa terjadi, terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi yang belum merata,” jelas Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, Penanggung jawab utama proyek STRIPE Indonesia.

Ia menegaskan bahwa satu kasus saja sudah cukup menjadi alarm bagi semua pihak untuk tetap waspada.

Alat advokasi kesehatan

Lebih lanjut Prof. Yodi menyampaikan bahwa film dokumenter ini diproduksi sebagai alat advokasi kesehatan masyarakat.

Melalui film ini, tim peneliti STRIPE Indonesia ingin menyampaikan bahwa keberhasilan eradikasi polio hanya bisa dijaga dengan komitmen bersama, dari tenaga kesehatan yang bekerja di lini depan, pembuat kebijakan yang memastikan ketersediaan vaksin, hingga masyarakat yang percaya pada pentingnya imunisasi.

BACA JUGA  Manajemen PSS Sleman Prihatin dengan Insiden Bus Persela

Pemutaran film di Pendopo Kabupaten Klaten melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, agama, pemerintah daerah dan kecamatan, organisasi kemasyarakatan, hingga organisasi perempuan.

Keterlibatan multi pihak ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan cakupan imunisasi.

Peran strategis PKK

Melalui sesi diskusi setelah pemutaran film, peserta diajak untuk merefleksikan pesan dalam film sekaligus membahas langkah konkret dalam meningkatkan cakupan imunisasi di masyarakat.

Setelah pemutaran film dokumenter, acara dilanjutkan dengan diskusi. Salah satu narasumber yang terlibat dalam diskusi ini adalah Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Klaten, Fahrani Hamenang Wajar Ismoyo.

Ia menekankan peran strategis PKK dalam mendampingi keluarga hingga tingkat paling bawah, serta pentingnya peran kader dalam mengedukasi masyarakat agar tidak ragu terhadap imunisasi.

BACA JUGA  DPRD Jateng dengan Wajah Baru Harus Lebih Baik

“PKK memiliki peran strategis dalam mendampingi keluarga hingga tingkat paling bawah untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat agar tidak ragu terhadap imunisasi,” ujarnya.

Pemantik perubahan

Melalui pemutaran ini, proyek STRIPE bersama para mitra berharap film “Langkah Akhir” tidak hanya berhenti sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi pemantik perubahan.

Pesan yang ingin ditegaskan tetap sama: capaian bebas polio harus dijaga bersama, dan imunisasi adalah kunci untuk memastikan generasi mendatang terlindungi dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Diduga Hina Pasien BPJS, Pegawai RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Diperiksa

SEORANG staf pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Jawa Barat diduga menulis komentar menghina seorang pasien pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang curhat belum mendapat…

Riset TBScreen, AI Punya Potensi Dukung Skrining TB Lebih Cepat

ARTIFICIAL Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung skrining tuberkulosis (TB). Hasil penelitian terkait pemanfatan AI ini disampaikan dalam Diseminasi Penelitian ‘TBScreen.AI: Pengembangan Kecerdasan Buatan untuk Skrining Tuberkulosis…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Diduga Hina Pasien BPJS, Pegawai RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Diperiksa

  • August 5, 2026
Diduga Hina Pasien BPJS, Pegawai RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Diperiksa

Riset TBScreen, AI Punya Potensi Dukung Skrining TB Lebih Cepat

  • August 5, 2026
Riset TBScreen, AI Punya Potensi Dukung Skrining TB Lebih Cepat

Buntut Penebangan 10 Pohon, Pemkot Bandung Segel Videotron dan Denda 100 juta

  • August 5, 2026
Buntut Penebangan 10 Pohon, Pemkot Bandung Segel Videotron dan Denda 100 juta

Sidang Tipiring Miras, Hakim Minta Satpol PP tak Tebang Pilih

  • August 5, 2026
Sidang Tipiring Miras, Hakim Minta Satpol PP tak Tebang Pilih

Voxstream Hadirkan Platform Elektoral Berbasis Data untuk Antisipasi Gen-Z

  • August 5, 2026
Voxstream Hadirkan Platform Elektoral Berbasis Data untuk Antisipasi Gen-Z

PNM Mekaar Bukti Kehadiran Negara di Pelosok Negeri

  • August 5, 2026
PNM Mekaar Bukti Kehadiran Negara di Pelosok Negeri