Mahasiswa UNY Hadirkan Terobosan Kuliner di Leafestiva 2026

APA jadinya jika daun yang selama ini kerap dipandang sebagai pelengkap dapur, naik kelas menjadi bahan utama berbagai sajian kreatif?

Hal itulah yang terlihat dalam Leafestiva 2026 yang digelar oleh mahasiswa prodi Tata Boga Fakultas Vokasi Kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Gunungkidul, Selasa (5/5/26).

Festival kuliner tahunan yang mengusung tema ‘Satu Daun Berjuta Rasa, Leafestiva Penuh Karya’ ini menghadirkan 72 produk inovatif karya mahasiswa tata boga.

Tidak sekadar pameran makanan, Leafestiva menjadi panggung eksplorasi kuliner berbasis bahan lokal dengan pendekatan modern.

Potensi besar

Beragam kreasi unik ditampilkan, mulai dari gyoza berbahan daun bayam merah, pempek daun pakis, hingga kue berbasis daun katuk. Inovasi ini menunjukkan bahwa bahan sederhana seperti daun memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus lebih sehat.

BACA JUGA  Ratusan Mahasiswa Asing dari 30 Negara Ikuti Keseruan ICAC 2024 di UMS

Staf Ahli Bidang Perekonomian Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, mewakili Bupati, mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah konkret dalam mengangkat potensi pangan lokal.

Festival ini dinilai tidak hanya mendorong kreativitas mahasiswa, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis kuliner daerah.

Pembelajaran berbasis praktik

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Vokasi UNY, Dr. Adeng Pustikaningsih, menegaskan bahwa Leafestiva merupakan implementasi  pembelajaran berbasis praktik.

Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi ditantang menghadirkan produk yang siap bersaing di pasar.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong keluar dari ruang laboratorium untuk menguji ide, kreativitas, sekaligus kesiapan menghadapi dunia industri,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa angkatan 2023 bekerja secara kolaboratif mengelola stan, namun tetap mengembangkan produk secara individual.

BACA JUGA  Dosen UNY Kembangkan Tepung Fermentasi dari Singkong

Laboratorium kewirausahaan

Model ini mendorong keseimbangan antara kerja tim dan inovasi personal. Pendekatan ini menjadikan Leafestiva bukan sekadar festival, tetapi laboratorium nyata kewirausahaan bagi mahasiswa vokasi.

Sejumlah warga masyarakat dan siswa sekolah sekitar UNY mengapreasi positif kegiatan ini. Dengan antusiasme pengunjung yang tinggi, Leafestiva 2026 diharapkan mampu menjadi inspirasi pengembangan kuliner berbasis bahan lokal, sekaligus memperkuat posisi Gunungkidul sebagai salah satu pusat inovasi kuliner kreatif di Indonesia. (AGT/A-01)

Admin

Related Posts

Pemkot Bandung Matangkan Transisi Pengolahan Sampah

PEMERINTAH Kota Bandung terus melakukan berbagai persiapan menjelang beroperasinya Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2029. Selain menyiapkan armada khusus pengangkut…

UGM dan NUS Perkuat Kapasitas Riset Pemodelan Penyakit Menular

UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) dan National University of Singapore (NUS) menggelar rangkaian Visiting Professor dan UGM–NUS Modelling Workshop 2026 pada 17–24 Juli 2026. Kegiatan itu menghadirkan Professor sekaligus Vice Dean…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemkot Bandung Matangkan Transisi Pengolahan Sampah

  • August 4, 2026
Pemkot Bandung Matangkan Transisi Pengolahan Sampah

UGM dan NUS Perkuat Kapasitas Riset Pemodelan Penyakit Menular

  • August 4, 2026
UGM dan NUS Perkuat Kapasitas Riset Pemodelan Penyakit Menular

11 Dekan Baru UAD Diminta Persiapkan AkreditasI Institusi pada 2027

  • August 4, 2026
11 Dekan Baru UAD Diminta Persiapkan AkreditasI Institusi pada 2027

Selundupkan Narkotika di Korset, WN Malaysia Ditangkap Satgaspam Bandara Juanda

  • August 4, 2026
Selundupkan Narkotika di Korset, WN Malaysia Ditangkap Satgaspam Bandara Juanda

LPP Beri Pelatihan kepada 87 Pekebun Sawit

  • August 3, 2026
LPP Beri Pelatihan kepada 87 Pekebun Sawit

Data BPS Sebut Jabar Alami Deflasi 0,05 Persen pada Juli

  • August 3, 2026
Data BPS Sebut Jabar Alami Deflasi 0,05 Persen pada Juli