UIN Sunan Kalijaga Akan Berangkatkan 3.725 Mahasiswa untuk KKN

SEBANYAK 3.725 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mengikuti pembekalan untuk mengikuti KKN atau Kuliah Kerja Nyata pada Selasa.

Di hadapan para pimpinan di lingkungan UIN Sunan Kalijaga dan ribuan mahasiswa, Ketua LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Dr. Abdul Qoyum menegaskan, KKN bukan sekadar agenda rutin, tetapi ruang strategis untuk menghadirkan dampak nyata.

“Harapannya betul-betul memberi dampak bagi mahasiswa, masyarakat, dan tentu kampus kita tercinta. Sejak 3 bulan sebelum pelaksaan mahasiswa sudah mengetahui kelompoknya, DPL, serta lokasi KKN, sehingga bisa merumuskan program sebaik mungkin. Selain itu, kami melakukan penataan pada sistem SIA KKN serta memperluas sebaran lokasi KKN agar lebih beragam,” ujarnya.

BACA JUGA  UIN Sunan Kalijaga Raih Peringkat I Ranking SINTA PTKIN

Ia menambahkan, perbaikan juga menyasar aspek layanan dan perlengkapan, termasuk jaminan layanan kesehatan melalui BPJS. “Kami juga merancang sistem pembekalan yang lebih komprehensif dengan 10 kali pertemuan klasikal, agar mahasiswa benar-benar memiliki program yang matang dan siap saat diterjunkan ke lokasi KKN,” lanjutnya.

Realitas sosial

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Prof. Dr. Abdur Rozaki. (Dok/ist)

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Prof. Dr. Abdur Rozaki, menjelaskan menempatkan KKN sebagai fase penting dalam perjalanan akademik mahasiswa. Menurut dia, pembelajaran selama beberapa semester di kampus mencapai puncaknya ketika ilmu yang dimiliki berjumpa dengan kebutuhan masyarakat.

“KKN menjadi pintu masuk untuk mendalami khazanah kebudayaan. Kita belajar di kampus, tetapi puncak pengetahuan terjadi ketika ilmu itu bertemu dengan realitas sosial,” ungkapnya.

BACA JUGA  Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga: Kesuksesan di MK adalah Kemenangan Demokrasi

Ia juga menekankan bahwa identitas keislaman UIN Sunan Kalijaga yang toleran harus hadir sebagai kekuatan di tengah masyarakat. Di tengah dunia yang masih menghadapi berbagai ketegangan, wacana keagamaan yang moderat dan berorientasi pada pendekatan anti-kekerasan menjadi kebutuhan mendesak.

“Inovasi yang dilakukan melalui KKN diharapkan menjadi wujud rahmatan lil ‘alamin. Karena itu, mahasiswa harus menyiapkan mental, semangat, serta membangun kolaborasi dengan masyarakat,” tambahnya.

Mengakhiri pidatonya, ia menyebut KKN sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan. “Semoga KKN ini menjadi pintu bagi Anda untuk menjadi pemimpin Indonesia dan bahkan pemimpin dunia,” katanya. (AGT/M-01)

BACA JUGA  Lulusan UIN Sunan Kalijaga Diminta tidak Takut Perubahan

Related Posts

UGM Masuk Ranking 206 Dunia Versi QS WUR 2027

QUACQUARELLI Symonds (QS) merilis QS World University Rankings 2027. Hasilnya, UGM menempati peringkat 206 dunia yang berarti naik 18 peringkat dibandingkan posisi tahun lalu pada peringkat 224 dari 1.504 perguruan…

Menteri PPPA Berharap SR Bisa Lahirkan Generasi Berkualitas

SEKOLAH Rakyat (SR) yang ada di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat diproyeksikan menjadi solusi untuk membuka akses pendidikan bagi anak yang belum mengenyam bangku sekolah. Lewat program itu juga diharapkan tercipta…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polda Metro Jaya Sebut Penangkapan Roy dan Tifa Murni Proses Hukum

  • June 19, 2026
Polda Metro Jaya Sebut Penangkapan Roy dan Tifa  Murni Proses Hukum

Bekuk Korsel, Meksiko Segel Tiket ke Babak 32 Besar

  • June 19, 2026
Bekuk Korsel, Meksiko Segel Tiket  ke  Babak 32 Besar

Paku Alam X Minta Masyarakat Berikan Informasi Lengkap saat Disensus

  • June 19, 2026
Paku Alam X Minta Masyarakat Berikan Informasi Lengkap saat Disensus

UGM Masuk Ranking 206 Dunia Versi QS WUR 2027

  • June 19, 2026
UGM Masuk Ranking 206 Dunia Versi QS WUR 2027

Qatar Digunduli Kanada, Swiss Gilas Bosnia

  • June 19, 2026
Qatar Digunduli Kanada, Swiss Gilas Bosnia

OJK Gandeng Persis Perluas Akses Keuangan Sampai Desa

  • June 19, 2026
OJK Gandeng Persis Perluas Akses Keuangan Sampai Desa