
UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, panen penghargaan dalam Diktis Award 2026 yang diselenggarakan di Surabaya, pada Jumat.
Di ajang tersebut, UIN Sunan Kalijaga memperoleh 3 penghargaan, yakni peringkat kedua dalam QS World University Rankings by Subject, peringkat pertama dalam Scimago Institutions Ranking (SIR) by Subject Religious Studies, serta peringkat kedua dalam Scimago Institutions Ranking (SIR) by Subject Law.
Rektor UIN Jogja Prof. Noorhaidi Hasan menyebut penghargaan itu menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi UIN Sunan Kalijaga, tetapi juga bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam memperkuat posisi di panggung pendidikan tinggi dunia.
Prof. Noorhaidi Hasan juga menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif seluruh civitas akademika yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
Perkuat legitimasi
“Saya sangat bersyukur dan mengapresiasi kerja keras seluruh civitas akademika dalam meraih prestasi ini. Insyaallah capaian ini akan terus kita pertahankan dan tingkatkan,” ujarnya.
Menurut dia, capaian dalam pemeringkatan internasional ini menjadi indikator penting atas kualitas pendidikan dan riset yang terus berkembang di lingkungan kampus.
Lebih dari itu, pengakuan global tersebut juga memperkuat legitimasi UIN Sunan Kalijaga sebagai institusi pendidikan tinggi yang kompetitif dan adaptif terhadap dinamika zaman.
Dorong transformasi
Ia menegaskan, capaian ini akan dijadikan sebagai batu pijakan guna mendorong transformasi berkelanjutan, baik dalam penguatan kualitas akademik, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi, inovasi, maupun perluasan jejaring kolaborasi internasional.
“Yang terpenting, pemeringkatan ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus melangkah memajukan kualitas pendidikan tinggi yang mendapat reputasi dan pengakuan internasional,” katanya.
Capaian itu kata dia juga tidak terlepas dari orkestrasi riset yang terkelola secara sistemik di lingkungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga.
Melalui penguatan pusat-pusat penelitian, kampus mendorong lahirnya riset interdisipliner yang responsif terhadap isu-isu strategis, sekaligus mempercepat publikasi ilmiah bereputasi, bahkan dihilirisasi.
Riset kolaboratif
Selain itu, penguatan tata kelola kinerja akademik juga dilakukan melalui pengembangan pusat pemeringkatan dan Sustainable Development Goals (SDGs), berperan dalam mengintegrasikan capaian tridarma dengan indikator pemeringkatan global, sekaligus memastikan kontribusi kampus terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.
Dalam kerangka itulah, peran dosen dan mahasiswa menjadi salah satu fondasi penting yang menggerakkan capaian internasional tersebut. Para dosen secara konsisten menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi, memperkuat sitasi, serta mengembangkan riset di berbagai bidang, lebih khusus Religious Studies yang merupakan pilar keilmuan kampus ini.
Sementara itu, mahasiswa turut berperan aktif melalui keterlibatan dalam riset kolaboratif, program akademik kompetitif, serta kegiatan pengabdian.
Jejaring akademik global
“Kita patut berbangga atas capaian buah kerja keras kita bersama, capaian ini memperluas visibilitas akademik kampus di tingkat internasional, membuka peluang kolaborasi riset lintas negara, serta meningkatkan kepercayaan mitra global terhadap kualitas keilmuan yang dikembangkan,” pungkas Rektor.
Dengan demikian, capaian ini tidak hanya mencerminkan reputasi, tetapi juga berdampak langsung pada akses terhadap jejaring akademik global, pertukaran keilmuan, hingga kontribusi dalam produksi pengetahuan yang relevan dengan isu-isu dunia. (AGT/M-01)







