
KAWASAN Jelekong yang terletak di Kabupaten Bandung berpotensi menjadi salah satu lokasi pengembangan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Bandung Raya.
Hal itu menyusul hasil tinjauan awal dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang menilai kawasan tersebut layak secara teknis. Meski demikian proses penetapan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.
Menyikapi hal ini, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menerangkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih harus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung serta psurvei lanjutan.
“Memang tinjauan awal dari Menteri Lingkungan Hidup, Jelekong dinilai layak. Tapi tetap harus kita konfirmasi melalui pembicaraan lintas pemerintah dan survei teknis agar mendapatkan rekomendasi resmi,” ungkapnya.
Komunikasi lanjutan
Farhan memastikan komunikasi dengan Pemkab Bandung sudah dilakukan dan akan terus berlanjut. Dalam waktu dekat akan ada agenda pembahasan di Jakarta dan Bandung.
Namun yang perlu diperhatikan juga tidak menutup kemungkinan adanya potensi konflik sosial di masyarakat terkait rencana tersebut. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan langkah mitigasi sejak awal salah satunya dengan merancang jalur akses khusus menuju lokasi.
“Ada potensi konflik sosial, itu sebabnya kita harus siapkan akses khusus dari Tegalluar ke Jelekong agar tidak mengganggu aktivitas warga,” tuturnya.
Farhan menyebut, pembangunan infrastruktur akses ini juga menjadi krusial untuk memastikan operasional PSEL di masa depan berjalan lancar tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
“Pembangunan infrastruktur jadi krusial karena untuk memastikan operasional PSEL, agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar,” tandasnya. (zahra/A-01)







